Tenis Meja Unhas

PPK Ormawa Unit Tenis Meja Unhas Ajar Warga Maros Kembangkan Hasil Pertanian

PPK Ormawa menghadirkan beberapa item kegiatan yang dilakukan berdasarkan analisa sosialisasi bersama masyarakat.

Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Hasriyani Latif
Tenis Meja Unhas
Program Penguatan Kapasitas (PPK) Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) Unit Tenis Meja Universitas Hasanuddin (Unhas) 2022 di Desa Bonto Marannu, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Selasa (11/10/2022). Sebanyak 40 warga desa hadir menerima materi yang dibawakan sivitas akademika Unhas terkait kemasan dan pemasaran hasil pertanian. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Unit Tenis Meja Universitas Hasanuddin (Unhas) 2022 hadirkan Program Penguatan Kapasitas (PPK) Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa).

Kegiatan berupa sosialisasi ini dilaksanakan di Desa Bonto Marannu, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros, Selasa (11/10/2022).

PPK Ormawa sendiri merupakan salah satu implementasi dari kebijakan Kemendikbudristek.

Nantinya, mahasiswa dapat berlatih menjadi pemimpin transformasional dalam menyelesaikan berbagai permasalahan di masyarakat. 

Ketua Panitia Kegiatan Muh Taufik mengatakan terdapat beberapa problem yang dihadapi oleh masyarakat Bontomarannu.

Seperti hasil pertanian yang dikelola menjadi produk makanan. Hasil pertanian ini belum bisa dimaksimalkan dipasaran.

Melalui program ini, PPK Ormawa menghadirkan beberapa item kegiatan yang dilakukan berdasarkan analisa sosialisasi bersama masyarakat.

Salah satunya diperlukan pelatihan packaging dan strategi pemasaran. 

Pelatihan packaging pun digelar kepada masyarakat Desa Bontomarannu.

Sebanyak 40 warga desa hadir menerima materi yang dibawakan sivitas akademika Unhas ini.

“Berlangsung selama tiga jam mulai dari pengenalan kemasan yang baik sampai tata cara izin produk yang siap dipasarkan,” katanya.

Pelatihan strategi pemasaran juga dilakukan yang dibawakan langsung dari pendamping dari Dinas Koperasi, Perindustrian dan UMKM Kabupaten Maros Ishak Halim.

Taufik menuturkan, kegiatan ini dapat meningkatkan skill masyarakat dalam mengelola produk yang siap diterima pasar.

“Ini juga emudahkan masyarakat mempertahankan produk ke khalayak umum,” tuturnya.(*)

Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved