DP2 Makassar Gelar Abbulo Sibatang Persiapan Musim Tanam Rendengan

Pertemuan tersebut dikemas dalam agenda 'Abbulo Sibatang' dalam rangka memasuki tanam padi rendengan 2023.

Penulis: Siti Aminah | Editor: Saldy Irawan
DOK PRIBADI
Abbulo Sibatang bersama kelompok tani digelar di Jl Inspeksi Kanal Tamangapa Utara, Kelurahan Bangakala Kecamatan Manggala. 


TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar mengumpulkan kelompok tani di Kota Makassar.

Pertemuan tersebut dikemas dalam agenda 'Abbulo Sibatang' dalam rangka memasuki tanam padi rendengan 2023.

Acara ini berlangsung di Jl Inspeksi Kanal Tamangapa Utara, Kelurahan Bangakala Kecamatan Manggala.

Acara ini dihadiri oleh  kelompok tani, penyuluh, akademisi Universitas Hasanuddin, Dinas Pertanian dan Peternakan Sulsel.

Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar, Evy Aprialti mengatakan, pertemuan antar petani ini membicarakan terkait sistem tanam yang cocok dilakukan oleh petani.

Acara ini dilakukan setiap tahun untuk memusyawarahkan kendala-kendala yang dihadapi petani serta memberikan solusi yang tepat untuk pertanian Kota Makassar.

"Yang kita bicarakan bagaimana sistem tanam, bagaimana pengendalian penyakit padi dan hama, serta rekomendasi terkait pengadaan pupuk bagi para petani," ucap Evy Aprialti, Selasa (4/10/2022).

Kata Evy, ada 150 kelompok tani yang hadir dalam "Abbulo Sibatang' ini, mereka adalah kelompok tani Sukamaju yang ada di Perumahan Pesona Prima Griya.

Dalam agenda ini juga dibahas terkait jadwal tanam padi sesuai dengan musim tanam rendengan dan musim tanam gadu.

Diharapkan kelompok tani bisa mencapai target produksi melalui perencanaan yang tepat.

"Kita harapkan apa yang dibahas dalam kegiatan ini bisa memberikan peningkatan terhadap produksi pertanian di Makassar," tuturnya.

Evy menambahkan, untuk menjamin lahan yang digunakan petani, Pemkot Makassar bersama DPRD sedang menggodok peraturan daerah (ranperda) Lahan Pangan Berkelanjutan (LP2B) tahun 2022.

LP2B merupakan sistem dan proses dalam merencanakan, memanfaatkan, menetapkan, mengembangkan, membina, mengendalikan, dan mengawasi lahan pertanian pangan dan kawasannya secara berkelanjutan. 

LP2B ini, sebagai respon atas adanya ancaman dalam mewujudkan kemandirian dan kedaulatan pangan akibat banyaknya alih fungsi lahan pertanian dari waktu ke waktu.

Sehingga diperlukan antisipasi agar lahan pangan pertanian dapat dipertahankan. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved