Tragedi Kanjuruhan

Tragedi Kanjuruhan, The Macz Man UNM: Pastinya Kita Bakalan Kecewa dengan Ancaman PSSI

Laga antara Persebaya Surabaya melawan Arema Malang di Stadion Kanjuruhan, Malang harus menelan ratusan korban jiwa dari para suporter.

Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Saldy Irawan
DOK PRIBADI
Suporter PSM Makassar yang tergabung dalam Maczman Komisariat UNM   

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kabar duka menyelimuti dunia persepakbolaan Indonesia.

Laga antara Persebaya Surabaya melawan Arema Malang di Stadion Kanjuruhan, Malang harus menelan ratusan korban jiwa dari para suporter.

Dari informasi yang dihimpun, jumlah orang meninggal dunia terus bertambah.

Diketahui, ada 157 orang dinyatakan meninggal dunia akibat tragedi maut tersebut.

Sebagai sesama penikmat bola, suporter Maczman Komisariat UNM turut menyayangkan kejadian tersebut.

Muammar Khadafi Usman, pengurus Maczman Komisariat UNM mengatakan, peristiwa tadi malam mengungkap fakta tata kelola pertandingan yang belum matang.

Ditambah lagi, kata Muammar, represifitas aparat kepolisian dalam menembakkan gas air mata dalam kerumunan penonton.

"Semuanya itu terakumulasi dan berujung pada kekerasan, kekacauan, dan jga kematian, ini menjadi duka semua mungkin di seluruh Indonesia. Setidaknya bagi kita yang masih anggap bahwa nyawa itu tidak bisa ditukar dengan apapun," ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (2/20/2022).

Dirinya menambahkan, efek dari kejadian ini pasti akan merembes kepada liga dan klub bola di Indonesia.

"Pastinya kita bakalan kecewa juga dengan adanya ancaman FIFA, banyak yang dirugikan mulai dari klub bahkan sampai pemain yang akan menjadi generasi kita di masa depan jika tidak ada liga, mau bagaimana caranya berkembang. Bisa mematikan karir pemain secara tidak langsung," ujarnya.

 

Laporan Jurnalis Tribun Timur Muh Sauki Maulana 

 

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved