Tragedi Kanjuruhan

Tragedi Kanjuruhan, Sekjen The Macz Man: Semoga Ini yang Terakhir

Dilaporkan 127 meninggal dunia akibat kerusuhan pasca pertandingan Arema FC lawan Persebaya yang berakhir 2-3.

Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Saldy Irawan
DOK PRIBADI
Sekjen The Macz Man, Mustafa 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sekretaris Jenderal (Sekjen) The Macz Man, Mustafa berharap, tragedi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada Sabtu (1/10/2022) malam tidak terulang lagi.

Dilaporkan 127 meninggal dunia akibat kerusuhan pasca pertandingan Arema FC lawan Persebaya yang berakhir 2-3.

Tragedi Kanjuruhan melebihi tragedi Hillsborough 1989 yang menewaskan 96 orang.

"Kita berharap semoga ini semua yang terakhir. Ini betul-betul di luar nalar dan di luar akal sehat terjadi seperti ini, tapi nyatanya itu fakta. Semoga ini tidak terulang," katanya melalui telepon, Minggu (2/10/2022).

Mustafa meminta PSSI sebagai induk sepak bola Indonesia dan PT LIB  sebagai operator berbenah dengan kejadian ini.

"Harus diperbaiki adalah pihak PSSI dan PT LIB," pintanya.

Tak hanya itu, evaluasi wasit perlu dilakukan. 

Sebab, wasit ini kerap jadi pemancing prahara yang tak diinginkan.

Lalu di PSSI perlu divisi yang menangani suporter klub di Indonesia.

Dampak dari tragedi Kanjuruhan, kompetisi Liga 1 dihentikan sepekan. Belum lagi ancaman dari FIFA menanti.

Mustafa berharap, kompetisi tetap bisa berlanjut. 

Pihak terkait yang bergerak di bidang sepak bola mengambil pelajaran berharga dari tragedi ini.

Ini juga menjadi momen evaluasi bagi oknum suporter yang masih berkarakter bar-bar.

"Kita prihatin, turut berduka sedalam-dalamnya atas tragedi yang terjadi. Dibalik itu tidak menghentikan sepak bola. Semoga FIFA  bisa mencermati secara bijak dan tidak memberi sanksi ke PSSI untuk menghentikan liga," pungkasnya.(*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved