Tragedi Kanjuruhan

Maczman Zona Toraja Harap FIFA Tak Banned Indonesia

Nico mengatakan, ada 34 orang yang meninggal dunia di stadion dan yang lainnya meninggal dunia di rumah sakit.

Penulis: Freedy Samuel Tuerah | Editor: Muh. Irham
dok pribadi/alexander
Ketua The Macz Man Zona Tana Toraja Alexander Andilolo. 

TORAJA, TRIBUN-TIMUR.COM - Sebanyak 127 orang tewas dalam kerusuhan suporter yang pecah seusai pertandingan derbi Jawa Timur, Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022) malam.

"Dalam kejadian tersebut telah meninggal 127 orang, dua di antaranya anggota Polri," ungkap Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta dalam konferensi pers di Malang, Minggu (2/10) pagi.

Nico mengatakan, ada 34 orang yang meninggal dunia di stadion dan yang lainnya meninggal dunia di rumah sakit.

Dugaan sementara, para korban terinjak-injak suporter lain, serta sesak nafas akibat gas air mata dari aparat kepolisian.

Menanggapi hal ini Ketua The Maczman zona Tana Toraja Alexander Andilolo mengatakan, hal ini adalah sebuah bencana di dunia sepakbola Indonesia.

"Hal ini sangat miris, dan menjadi bencana atau luka untuk sepakbola Indonesia," katanya.

Alexander mengatakan ia mengikuti pertandingan yang disiarkan salah satu stasiun televisi swasta selama 90 menit.

"Saya nonton semalam, dan sampai menit 90 masih aman," kata Alexander.

Menurutnya, musibah ini tidak akan terjadi jika semua pihak menahan diri.

"Yah bisa kita lihat, sebenarnya jika semua menahan diri pasti tidak akan terjadi hal seperti ini," katanya.

Alexander mengatakan rasa turut berduka kepada seluruh korban tanpa terkecuali.

"Kami The Maczman zona Tana Toraja turut berduka cita sedalam-dalamnya untuk Aremania dan pihak kepolisian yang menjadi korban," tuturnya

Alexander berharap agar PSSI dan pihak yang berkompeten melakukan investigasi secara transparan atas kejadian ini.

Ia mengatakan sebagai penikmat sepakbola sangat disayangkan jika FIFA membanned liga yang sedang berjalan jika PSSI dan aparat yang berwenang tidak dapat menyelesaikan tragedi ini.(*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved