Vaksin PMK

Ternak Warga di Sinjai Mulai Diberi Vaksin PMK

Petugas PPK Dinas Peternakan Sinjai, Syamsul Bahri mengatakan, vaksinasi PMK yang telah dilakukan di Desa Lasiai sebanyak 250 ekor

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Muh. Irham
dok Dinas Peternakan Sinjai
Petugas dari Dinas Peternakan Sinjai memvaksin ternak sapi di Desa Lasiai, Kecamatan Sinjai Timur. 

SINJAI TIMUR, TRIBUN-TIMUR.COM - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan mulai menggelar vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Vaksinasi pertama telah digelar di Desa Lasiai, Kecamatan Sinjai Timur.

Petugas PPK Dinas Peternakan Sinjai, Syamsul Bahri mengatakan, vaksinasi PMK yang telah dilakukan di Desa Lasiai sebanyak 250 ekor.

"Pencanangan vaksinasi perdana dilakukan di Desa Lasiai dan selanjutnya menyasar desa-desa lainnya di Sinjai," katanya, Jumat (30/9/2022).

Stok dosis vaksin yang disiapkan cukup untuk sebanyak 10.500 ekor sapi. 

"Vaksinasi ini akan terus kita galakkan pada ternak sapi agar kebal terhadap virus PMK," kata Syamsul Bahri.

Selain dalam kegiatan vaksinasi juga akan dilakukan pemeriksaan kesehatan ternak oleh dokter hewan dari Dinas Kesehatan.

Berdasarkan data Dinas Peternakan Sinjai, saat ini ada kurang lebih 112 kasus PMK telah ditemukan pada ternak sapi di Sinjai.

Dari jumlah kasus itu sebanyak 36 ekor sapi yang sudah dipotong bersyarat.

Dalam pemotongan hewan bersyarat tersebut tidak diperbolehkan dikonsumsi pada bagian kepala, kaki dan perut.

Sedang tujuan pemotongan hewan secara bersyarat tujuannya memutus mata rantai penyebaran virus PMK.

Di Kabupaten Sinjai sudah menyebar di Kecamatan Bulupoddo, Kecamatan Sinjai Barat, Kecamatan Sinjai Tengah, Kecamatan Tellulimpoe.

Sedang di Kecamatan Sinjai Utara, Sinjai Selatan dan Sinjai Borong masih aman dari PMK. 

Terpisah Kepala Dinas Peternakan Sinjai, Burhanuddin meminta petani dan pedagang disiplin terhadap penyakit tersebut.

"Jadi jika ada sapi yang positif PMK sebaiknya tidak boleh dijual atau dipindahkan ke desa lain baik peternak maupun kepada pedagang," kata Burhanuddin. 

Dikatakan pula bahwa ternak yang terlanjur positif PMK penyembuhannya cukup lama. 

Sedang usaha ternak sapi di Sinjai merupakan investasi yang cukup membantu masyarakat di saat ini. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved