Fatma Minta Kebijakan Ojol Day Direvisi: Laskar Pelangi Jangan Diwajibkan 

Tidak semua anggota DPRD Makassar setuju dengan kebijakan yang dikeluarkan Wali Kota Makassar Danny Pomanto.

Penulis: Siti Aminah | Editor: Saldy Irawan
Fatma Minta Kebijakan Ojol Day Direvisi: Laskar Pelangi Jangan Diwajibkan 
BKPSDMD Pemkot Makassar
Edaran Wali Kota Makassar terkait penggunaan jasa transportasi online lingkup pegawai Pemkot dan BUMD. Diketahui, Ojol Day menjadi salah satu program kerja Danny Pomanto dan Fatmawati Rusdi saat terpilih menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar.  

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kebijakan Ojol Day masih menuai pro dan kontra

Tidak semua anggota DPRD Makassar setuju dengan kebijakan yang dikeluarkan Wali Kota Makassar Danny Pomanto.

Apalagi jika ojol day diwajibkan bagi seluruh pegawai termasuk laskar pelangi.

Anggota DPRD Kota Makassar, Fatma Wahyudin meminta agar penerapan Ojol Day ditinjau ulang.

Menurutnya, program ini akan menyengsarakan para Laskar Pelangi

Apalagi jika dibandingkan dengan gaji mereka yang tidak seberapa.p

"Laskar pelangi untuk Ojol Day-nya itu perlu dipertimbangkan ulang. Kasihan juga kalau mereka harus menyisihkan dana nya setiap bulan untuk membayar ojol," kata Fatma, Kamis (29/9/2022).

Pemkot harus mempertimbangkan ekonomi tenaga Laskar Pelangi.

Menurut Ketua Fraksi Demokrat DPRD Makassar ini lebih tepat diberlakukan bagi pegawai ASN maupun PPPK

"Kita sih ikut programnya pak Wali terkait Ojol Day tapi Ojol Day itu diperuntukkan untuk pejabat ASN," tegas Fatma.

Wali Kota Makassar Danny Pomanto sebelumnya telah menerima keluhan-keluhan tersebut.

Ia akan mengevaluasi kekurangan dalam program Ojol Day ini agar bisa benar-benar bermanfaat.

Bahkan, Danny berencana untuk memberi subsidi bagi pegawai dari golongan rendah maupun Laskar Pelangi.

"Jadi kita lagi mencoba mendalami kemungkinan-kemungkinan mengadakan subsidi bagi orang yang tidak sanggup. Termasuk Laskar Pelangi karena tidak sanggup dia," ungkap Danny.

Jika memungkinkan dan tidak melanggar aturan, Pemkot Makassar akan menggunakan pos anggaran biaya tidak terduga (BTT) untuk subsidi tarif ojol bagi laskar pelangi.

"Kita lihat kemungkinannya seperti apa. Tapi kita lihat dulu aturannya bisa atau tidak," tuturnya. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved