Jalan Rusak Bulu-bulu Maros Bikin Kecelakaan dan Warga Was-was, BBPJN XIII Didesak Perbaiki

Pasalnya, ruas jalan Poros Maros-Makassar atau Trans Sulawesi tersebut mengalami kerusakan yang membahayakan keselamatan pengendara.

Editor: Ansar
Kolase TribunTimur.com
Kondisi ruas jalan di sekitar SPBU dan Pasar Rakyat Bulu-bulu, Desa Marrumpa, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros dikeluhkan pengendara. Selain berlubang, ruas jalan aspal juga bergelombang bikin macet hingga kecelakaan. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Kondisi ruas jalan di sekitar SPBU dan Pasar Rakyat Bulu-bulu, Desa Marrumpa, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros dikeluhkan pengendara.

Pasalnya, ruas jalan Poros Maros-Makassar atau Trans Sulawesi tersebut mengalami kerusakan yang membahayakan keselamatan pengendara.

Dari arah Makassar menuju Maros kota, kondisi aspal bergelombang dan terkelupas. Sementara dari arah sebaliknya, aspal bergelombang dan berlubang.

Seorang pengendara, Alhak mengatakan, hampir setiap hari melintasi ruas jalan rusak depan SPBU atau pertigaan jalan masuk ke komplek gudang 88.

Jalan Bulu-bulu, Desa Marrumpa yang bergelombang
Kondisi ruas jalan di sekitar SPBU dan Pasar Rakyat Bulu-bulu, Desa Marrumpa yang bergelombang menyebabkan terjadinya kepadatan kendaraan dan kemacetan di poros Makassar-Maros.

Pengendara motor maupun motor rawan kecelakaan jika tak berhati-hati atau kurangi kecepatan saat melintas.

"Saya tinggal di Makassar tapi beraktivitas di Maros. Setiap hari kerja saya melintasi jalan bergelombang itu," kata Alhak, Rabu (28/9/2022).

Alhak mengaku pernah nyaris kecelakaan lantaran mobilnya oleng saat ban menginjak permukaan aspal yang tak rata.

Beruntung Alhak masih mampu mengusai kendaraannya sehingga tidak menabrak trotoar.

"Jika ban injak itu bagian tengah aspal yang lebih tinggi dari pinggiran, maka ban akan mengikut berbelok sendiri ke arah trotoar," kata dia.

Jika pengendara tak sigap menahan setir, kendaraan berpotensi tabrak trotoar.

Ruas jalan bergelombang tersebut sepanjang sekira 100 meter.

"Jika melintas siang, masih bisa dilihat. Kalau malam, pasti tidak terlalu kelihatan," kata pengendara mobil warna merah tersebut.

Ia mengaku heran melihat kondisi aspal yang meleleh dan meninggalkan tempatnya. Bahkan aspal naik ke pinggir trotoar.

"Apakah karena banyaknya truk bermuatan berat yang keluar masuk ke gudang 88. Sehingga kondisi aspal lembek," kata dia.

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved