Karutan Makassar Dapat Desakan Pencopotan karena Tahanan Kabur, Penjelasan Kakanwil Kemenkumham

Pasca kejadian itu, banyak omongan miring soal pencopotan Karutan Makassar karena diduga lalai dalam menjalankan tugas.

Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Saldy Irawan
DOK PRIBADI
Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Klas 1 Makassar, Moch Muhidin 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Satu orang narapidana Rumah Tahanan (Rutan) Klas 1 Makassar diketahui berhasil kabur. 

Dari informasi yang dihimpun, narapidana tersebut berinisial A.

A berhasil kabur saat mengerjakan tugas sebagai korvey dapur di rutan.

Pasca kejadian itu, banyak omongan miring soal pencopotan Karutan Makassar karena diduga lalai dalam menjalankan tugas.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementrian Hukum dan HAM (Kemenkunhan) Sulsel, Liberti Sitinjak mengatakan saat ini timnya sedang melakukan pemeriksaan Kesatuan Pengamanan dan regu pengamanan (Rupam) I dan Karutan Makassar.

Dirinya menambahkan, hasil pemeriksaan dugaan tidak berjalannya SOP di Rutan Makassar dijadwalkan selesai pekan depan.

"Itu sedang dilakukan pemeriksaan jadi mungkin pekan depan kita mendapatkan hasil dari tim yang turun ke sana," jelasnya saat dikonfirmasi, Selasa (27/9/2022).

Liberti pun menyinggung soal isu pencopotan Karutan Makassar karena adanya satu tahanan yang berhasil kabur.

"Sampai saat ini belum bisa mengeluarkan apa kemungkinan hukumannya. Saya harus lihat dulu, apa sih masalahnya kenapa itu bisa terjadi," ujarnya.

Dirinya menambahkan, soal isu pencopotan Karutan, masih terlalu cepat bagi dirinya untuk menyimpulkan hal tersebut.

"Soal pencopotan saya tidak mau berandai-andai. Lebih bagus setelah hasil pemeriksaan keluar baru saya bisa," jelasnya.

Terpisah, Karutan Makassar, Moch Muhidin juga sudah mendengar desas desus terkait dorongan untuk mencopot dirinya sebagai Karutan Makassar.

Menurutnya, masalah tahanan kabur sebenarnya sudah berlangsung lama. Namun, berita yang beredar belakangan membuat isu tersebut menjadi sorotan.

"Saya juga bingung, kenapa ada lagi isu seperti itu di luar. Sampai ada yang bilang copot Karutan. Padahal ini kan masalah sudah sebulan lalu," ujarnya.

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved