Headline Tribun Timur

Arab Saudi Tak Syaratkan, Tapi Indonesia Tetap Wajibkan Vaksin Meningitis Bagi Calon Jemaah Umrah

Otoritas Saudi terkait vaksin meningitis ini sudah tidak menjadi fokus utama saat para jemaah tiba di bandara kedatangan.

Editor: Hasriyani Latif
Shutterstock
ILUSTRASI VAKSIN - Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) meminta pemerintah melonggarkan syarat vaksin meningitis bagi calon jemaah umrah. Sejak 2018 vaksin ini tak lagi dipersoalkan di Arab Saudi. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) meminta pemerintah melonggarkan syarat vaksin meningitis bagi calon jemaah umrah.

Pasalnya, vaksin yang diwajibkan untuk warga yang akan ke Tanah Suci sejak 2018 ini tak lagi dipersoalkan di Arab Saudi.

Hanya saja, Direktur Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama Nur Arifin menegaskan pemerintah belum bersedia memberi kelonggaran ataupun relaksasi penggunaan vaksin meningitis bagi jemaah calon umrah dan haji.

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat AMPHURI, Firman M Nur, mengatakan, sebagaimana informasi yang disampaikan oleh Konsul Jenderal Republik Indonesia (Konjen) di Jeddah Eko Hartono, Arab Saudi di lapangan tidak lagi memeriksa jamaah terkait vaksin meningitis.

Artinya, kata Firman, otoritas Saudi sendiri terkait vaksin meningitis ini sudah tidak menjadi fokus utama saat para jemaah tiba di bandara kedatangan.

Kemenag melalui Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah melayangkan surat kepada Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes.

“Kemenag dan Asosiasi sudah mendesak agar ada kebijaksanaan atau toleransi untuk vaksin meningitis. Namun Ditjen P2P tidak dapat memberikan kebijakan untuk toleransi,” pungkas Nur Arifin kepada Tribunnews.com di Jakarta, Senin (26/9/2022).

Menurut “Upaya yang sudah dilakukan Kemenag, bersurat secara resmi dari Dirjen PHU ke Dirjen P2P Kemenkes mengkonfirmasi terkait dengan status vaksin meningitis dan kelangkaan,” kata Nur Arifin.

Setelah melayangkan surat tersebut, akhirnya Ditjen PHU Kemenag sudah melaksanakan rapat dengan Ditjen P2P Kemenkes dan Asosiasi PPIU pada 20 September 2022 lalu.

Pihak Kemenkes, kata Nur Arifin, mengakui bahwa stok vaksin meningitis sedang terbatas. “Diakui oleh Kemenkes bahwa stok vaksin meningitis terbatas,” kata Nur Arifin.

Terpisah, Kasubdit Pengawasan Umrah Kementerian Agama, Noer Alya Fitra mengatakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah merespons masalah keterbatasan vaksin meningitis ini.

Menurutnya, Kemenkes akan merelokasi distribusi ketersediaan vaksin meningitis sesuai sebaran populasi jemaah umrah per provinsi dan percepatan pengadaan vaksin baru yang akan tersedia dalam waktu dekat.

Adapun Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmidzi mengatakan kelangkaan vaksin meningitis diperkirakan baru selesai pada Oktober 2022 mendatang.

Menurutnya, saat ini di beberapa daerah masih tersedia stok vaksin meningitis. “Akhir September rencananya sudah tersedia (lebih banyak),” kata Nadia.

Namun, ia tidak bisa menjelaskan secara detail soal penyediaan vaksin meningitis tersebut.

Nadia juga tidak menjawab saat ditanya penyebab kelangkaan vaksin meningitis.

Ia hanya mengatakan teknis pengadaan vaksin itu menjadi urusan PT Biofarma.(*)

Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved