Digital

Telkom Bidik Potensi Konektivitas Asia Pasifik dengan 3 Strategi Jitu

Telkom Indonesia menilai konektivitas Asia Pasifik berpotensi sangat tinggi seiring transformasi digital negara-negara di kawasan ini.

DOK PRIBADI
Saat Direktur Wholesale and International Service Telkom Bogi Witjaksono, memaparkan materi "Building the Indo-Pacific Digital Connectivity Ecosystem pada acara BATIC 2022 di Nusa Dua, Bali, Rabu (21/9/2022). Ia menilai konektivitas Asia Pasifik berpotensi sangat tinggi seiring transformasi digital negara-negara di kawasan ini. Oleh karena itu, untuk menangkap besarnya peluang tersebut, Telkom melakukan tiga strategi jitu. 

TRIBUN-TIMUR.COM - PT Telkom Indonesia menilai konektivitas Asia Pasifik berpotensi sangat tinggi seiring transformasi digital negara-negara di kawasan ini.

Oleh karena itu, untuk menangkap besarnya peluang tersebut, Telkom melakukan tiga strategi jitu.

Yakni, penguatan infrastruktur konektivitas, membangun dan menjadikan Manado sebagai gerbang internet kedua, dan ekspansi data center di kawasan regional.

Dalam paparannya di hadapan 600 peserta konferensi internasional Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2022, Direktur Wholesale & International Business Telkom Bogi Witjaksono menjelaskan, adopsi digital di Indonesia sangat luar biasa.

Tercatat, total pengguna internet mencapai 204,7 juta atau 73,7 persen dari total populasi, kemudian ada 370,1 juta pengguna selular, dan 191,4 juta pengguna aktif media sosial.

"Selain itu, sebanyak 94,1 persen pengakses internet menggunakan telepon selular dan 40,2 juta pengakses content provider," katanya via rilis ke Tribun-Timur.com, Jumat (23/9/2022).

TelkomGroup, lanjut Bogi, melihat tren ke depan pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia akan didorong content providers dan hyperscale dan mereka membutuhkan akses bandwith internasional yang besar serta data center.

Melihat hal ini, TelkomGroup sudah sedari awal mengembangkan dan membangun jaringan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) alternatif.

Tujuannya agar memindahkan beban akses jaringan dari wilayah Barat ke Timur Indonesia. Selain untuk memitigasi jika ada gangguan jaringan gateway di wilayah Barat.

Selanjutnya bagaimana membangun ekosistem digital dan mengembangkan para pelaku content providers nasional ke depannya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved