Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kronologi Pengendara Perempuan Tewas Terlindas Truk Pertamina di Barombong

AKBP Zulanda mengatakan, penyebab kematian DP (19) diduga akibat ban motor yang korban kendarai slip.

Tayang:
Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Saldy Irawan
DOK PRIBADI
Terjadi kecelakaan maut antara pengendara motor dan pengangkut bahan bakar milik Pertamina di depan Kampus BP2IP Kecamatan Tamalate, Makassar, Sulsel, Jumat (23/9/2022). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Terjadi kecelakaan maut antara pengendara motor dan pengangkut bahan bakar milik Pertamina di depan Kampus BP2IP Barombong, Kecamatan Tamalate, Makassar, Sulsel.

Kecelakaan tersebut mengakibatkan satu orang harus meregang nyawa di lokasi kejadian.

Kejadian itu sempat terekam kamera warga dan dibagikan melalui instagram.

Dalam video singkat tersebut, terlihat satu orang sudah terkapar di bawah mobil truk.

Kasat Lantas Polrestabes Makassar, AKBP Zulanda mengatakan, penyebab kematian DP (19) diduga akibat ban motor yang korban kendarai slip.

Kata AKBP Zulanda, korban berusaha menyalip truk melalui jalur sebelah kiri.

AKBP Zulanda menambahkan, jalur tersebut merupakan blind spot (titik buta) sopir.

Sehingga, sopir bis saja tidak melihat korban dari arah belakang.

"Nah ini menjadi pekerjaan rumah kita di kota Makassar. Sering kali pengedar roda dua ini suka sekali mendahului apalagi di sisi sebelah kiri sehingga tidak bisa diliat oleh supir," jelasnya, Jumat (23/9/2022).

"Mungkin terjatuh karena apalagi kemarin habis hujan licin dan segala macam dia tidak bisa mengendalikan karena di sebelah kirinya itu mepet sama bahu jalan kemudian dia terjatuh," jelasnya.

AKBP Zulanda pun menjelaskan tentang status sopir AK (28) pasca peristiwa maut tersebut.

Dirinya mengaku, harus melihat secara jernih musabab kematian korban.

Bahkan, kata AKBP Zulanda, dirinya tak menampik status sopir bisa saja lepas dari bui jika tak ditemukan unsur kesengajaan didalamnya.

"Kita melihat pada siapa menjadi penyebab dari oada kecelakaan itu. Kalau kecelakaan itu disebabkan oleh roda dua saya tidak pernah menjadikan sopir mobil sebagai tersangka. Tetapi kalau roda sebagai salah maka dia harus mengakui bahwa dia yang salah, walaupun dia meninggal dunia sehingga kasus tersebut di SP3," ujarnya.

Dirinya menambahkan, pihaknya sudah mengamankan sopir truk Pertamina untuk dimintai keterangannya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved