Musra Projo

Tidak Terlibat Musra II Projo, Azhar Arsyad: Yang Penting Dipastikan Peserta Tak Dimobilisasi

Ketua DPW PKB Sulsel Azhar Arsyad menanggapi Pamflet Musyawarah (Musra) II yang beredar di WhatsApp.

Penulis: Wahyudin Tamrin | Editor: Sukmawati Ibrahim
KOLASE TRIBUN TIMUR
Kolase pamflet Musyawarah Rakyat (Musra) II Projo Sulawesi Selatan yang beredar di group WhatsApp dan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulawesi Selatan (Sulsel) Azhar Arsyad. Ketua PKB Sulsel ini mengaku partainya tidak mendapat undangan ataupun dilibatkan dalam agenda tersebut. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulawesi Selatan (Sulsel) Azhar Arsyad menanggapi Pamflet Musyawarah (Musra) II Projo yang beredar di WhatsApp.

Ia mengatakan, partainya tidak mendapat undangan ataupun dilibatkan dalam agenda tersebut.

"Tidak (dilibatkan) dinda," katanya saat dikonfirmasi, Kamis (22/9/2022).

Meski tidak terlibat dalam agenda itu, anggota DPRD Sulsel itu menyebutkan, Musra menjadi salah satu cara dilakukan untuk membangun persepsi publik.

Acara tersebut, lanjut dia, menjadi agenda politik dari komunitas untuk mendengar aspirasi masyarakat.

"Biasa saja. Yang penting perlu dipastikan peserta tidak dimobilisasi," katanya.

Baca juga: Kesbangpol Sulsel Tak Tahu Soal Agenda Musra II di Makassar

Sebelumnya pamflet Musyawarah Rakyat (Musra) II Sulawesi Selatan beredar di group WhatsApp.

Pada pamflet tersebut bertuliskan agenda Musra II Sulawesi Selatan bertempat di Celebes Convention Center Makassar.

Agendanya dijadwalkan pada Minggu (2/10/2022) pukul 13.30 hingga 16.30 Wita.

Pada bagian bawah pamflet itu bertuliskan Bersama Jokowi Ojo Kesusu.

Kemudian di bawahnya tertulis "100 Persen Pilihan Rakyat" Mencari Pemimpin Rakyat, Melanjutkan Agenda Kerakyatan.

Presiden Jokowi menggunakan kopiah sedang hormat dan foto Musra I di Jawa Barat menjadi background pada pamflet itu.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulsel Asriadi Sulaiman mengaku sampai saat ini belum mengetahui adanya agenda politik tersebut.

"Saya belum terima infonya," kata Asriadi Sulaiman saat dikonfirmasi, Kamis (22/9/2022). (*)

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved