Polisi Tembak Polisi

'Pabrik Uang' Robert Priantono Bonosusatya Ternyata Bukan Judi Online Konsorsium 303, Profil RBT

RBT atau Robert Priantono Bonosusatya bukan terlibat dalam pembunuhan Yosua seperti dilakukan mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo.

Editor: Edi Sumardi
DOK PRIBADI
Kolase foto pengusaha Robert Priantono Bonosusatya dan mantan Karo Paminal Divisi Propam Polri Brigjen Hendra Kurniawan. Robert Priantono Bonosusatya disebut memasilitasi penggunaan jet pribadi bagi Brigjen Hendra Kurniawan. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Sosok Robert Priantono Bonosusatya atau pengusaha berinisial RBT kini sedang jadi sorotan di tengah penanganan kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

RBT atau Robert Priantono Bonosusatya bukan terlibat dalam pembunuhan Yosua seperti dilakukan mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo.

Dia disebut-sebut memberikan fasilitas jet pribadi kepada mantan Karo Paminal Divisi Propam Polri Brigjen Hendra Kurniawan.

Jet pribadi bernomor registrasi T7-JAB tipe Raytheon Hawker 850XP tersebut digunakan Brigjen Hendra Kurniawan dan rombongan untuk berangkat ke Jambi menemui keluarga Brigadir J.

Informasi ini diungkapkan Ketua Indonesian Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso.

"Brigjen Pol Hendra Kurniawan diketahui pada tanggal 11 Juli 2022, diperintah atasannya Irjen Ferdy Sambo, yang saat itu Kadiv Propam Mabes Polri ke Jambi menemui keluarga Brigadir Yosua guna memberikan penjelasan atas kematian ajudannya tersebut,” ucap Sugeng Teguh Santoso sebagaimana dikutip dari Kompas.com, Kamis (22/9/2022).

Brigjen Hendra Kurniawan menumpangi jet pribadi itu bersama dengan rombongan dari Mabes Polri.

“Mantan Karo Paminal Divpropam Polri itu bersama-sama Kombes Pol Agus Nurpatria, Kombes Pol Susanto, AKP Rifazal Samual Bripd Fernanda, Briptu Sigit, Briptu Putu dan Briptu Mika menggunakan private jet yang menurut pengacara Kamaruddin Simanjuntak sebagai milik seorang mafia berinisial RBT.”

Baca juga: Tak Hanya Dipecat dan Dipenjara, Ferdy Sambo Ternyata Dapat Gajaran Lain Sampai Harus Merelakan

Menurut pengakuan keluarga Brigadir J, saat Brigjen Hendra Kurniawan datang ke rumah duka, mereka sempat melarang peti jenazah dibuka.

Namun, saat itu ayah almarhum, Samuel Hutabarat, menolak perintah itu dan tetap membuka peti jenazah anaknya.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved