PSM Makassar
Kisah Aneh Jacksen F Tiago Gabung PSM Makassar di Liga 1995-1996, Dibajak dari Persebaya Surabaya!
16 tahun sudah berlalu kala Jacksen F Tiago berseragam PSM Makassar namun pria asal Brazil ini menyimpan sejumlah cerita menarik atas kariernya
Jelang bergulirnya Liga Indonesia 1994-1995, Jacksen F Tiago dan Carlos de Melo direkrut oleh Petrokimia.
"Waktu itu orang dari Petrokimia meragukan kita bahkan saya dan Carlos de Melo jadi pemain terakhir yang diminta gabung ke klub Indonesia yaitu Petrokimia," ucapnya.
"Kan ada kasta-kasta klub di Indonesia kan ada yang kelas atas dan bawah lah, Petrokimia waktu itu terbilang bukan klub papan atas jadi dapatnya kami," sambungnya.
Celakanya pihak Petrokimia menurut Jacksen F Tiago meragukan kualitasnya.
"Kenapa karena menurut mereka penampilan Carlos de Melo seperti bencong dan saya kayak petinju," katanya sambil tertawa.
Namun semusim bersama Petrokimia, Jacksen F Tiago dan Carlos de Melo mampu membawa timnya melaju hingga partai final Liga Indonesia 1994-1995.
Saat itu Liga Indonesia masih terbagi dua wilayah yakni Barat dan Timur sementara Petrokimia mewakili wilayah Timur melaju ke final.
Di partai final Petrokimia kalah dari Persib Bandung.
Semusim berikutnya, Jacksen F Tiago berharap masih bisa bertahan di Petrokimia dan saat itu klub menyepakati.
Hanya saja ia pulang ke Brazil meminta untuk memboyong keluarganya.
Sesampainya di Brazil Jacksen F Tiago mengakui sulit kembali ke Indonesia.
Ini lantaran sang agen menyebarkan berita palsu bahwa dirinya mengalami kecelakaan yang membuat kakinya patah.
Kesepakatan dengan Petrokimia pun batal.
Gagal bersama kembali Petrokimia Jacksen F Tiago mengatakan di musim keduanya di Liga Indonesia atau musim 1995-1996 harusnya ia berseragam Persebaya Surabaya.
"Waktu itu Persebaya minta saya ke Indonesia nanti kalau sampai tiket saya dibayarkan kalau saya sehat tidak seperti yang diceritakan agen soal saya patah kaki," katanya.