Puluhan Mantan Ketua RT/RW di Makassar Aksi Tolak Pemilu Raya Secara E-Voting

Mantan ketua RT/RW di Kota Makassar menolak pemilihan ketua RT/RW secara elektronik voting (e-voting).

Penulis: Siti Aminah | Editor: Hasriyani Latif
Humas DPRD Makassar
Mantan ketua RT/RW di Makassar unjuk rasa di depan Kantor DPRD Makassar, Jl AP Pettarani. Rabu (21/9/2022). Unjuk rasa menolak pemilihan ketua RT/RW secara elektronik voting (e-voting). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Mantan ketua RT/RW di Kota Makassar unjuk rasa menolak pemilihan ketua RT/RW secara elektronik voting (e-voting).

Sekitar 50 mantan ketua RT/RW di Makassar menggaungkan penolakan ini di depan Kantor DPRD Kota Makassar Jl AP Pettarani, Makassar, Rabu (21/9/2022).

Demonstran juga sempat meneriakkan aspirasinya di depan Kantor Balai Kota Makassar, Jl Ahmad Yani. 

Koordinator aksi Samsir Saeni mengatakan atas nama warga Makassar, Pemilu Raya RT/RW ditolak jika dilakukan secara e-voting.

"Kami atas nama warga menolak sistem e-voting dalam proses pemilu raya RT/RW di Kota Makassar," ucapnya.

Menurutnya, e-voting terlalu prematur jika diterapkan dalam Pemilu Raya tahun ini.

Warga juga khawatir dan meragukan keamanan e-voting.

Sebab ini berpeluang besar memunculkan kecurangan pada saat pemilihan.

"Kami khawatir soal keamanan data pemilih, dugaan kecurangan dan diduga ada bagian dari Pemerintah Kota yang akan memenangkan orang-orang tertentu dalam pemilu raya RT/RW," katanya.

Pantauan Tribun-Timur.com, demonstran sempat membakar tiga ban di depan Kantor DPRD Makassar.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved