Legislator Partai Gerindra dan PKS Soal Penggunaan Kompor Induksi atau Kompor Listrik

Anggota Komisi D DPRD Makassar Yeni Rahman menyatakan pemerintah harus mengkaji secara baik rencana penggunaan kompor listrik 1.000 watt.

TRIBUN TIMUR/SITI AMINAH
Anggota Komisi D DPRD Makassar Yeni Rahman menyatakan penggunaan kompor listrik 1.000 watt atau kompor induksi harus dikaji baik-baik. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Anggota Komisi D DPRD Makassar Yeni Rahman menyatakan pemerintah harus mengkaji secara baik rencana penggunaan kompor listrik 1.000 watt atau kompor induksi.

Jangan sampai kata Yeni, semakin mencekik rakyat.

“Keadaan ekonomi rakyat sedang tidak baik, perlu kajian bagus sebelum menerapkannya,” kata Yeni.

Disamping itu, adanya wacana penarikan subsidi listrik dinilai berdampak buruk jika warga dipaksa menggunakan kompor listrik.

Warga menengah kebawah yang hanya mengunakan listrik berdaya 450 watt, 900 watt, dan 1.200 watt dipastikan tidak bisa menggunakan kompor listrik.

“Kalau subsidi ditarik ujung-ujungnya akan memberatkan masyarakat, rakyat semakin terpuruk,” ujarnya.

Baca juga: Kompor Listrik Tidak Pro Rakyat

Belum lagi nasib pelaku UMKM harus dipikirkan, jika mereka tidak menggunakan tabung gas melon, maka akan menyulitkan mereka berdagang.

Setidaknya, pemerintah harus transparan terkait ketersediaan LPG dan bagaimana keberlanjutan subsidi listrik ke depan.

Pemerintah kata Yeni juga harus memberikan solusi meringankan masyarakat jika kebijakan ini diterapkan.

Dukung Pemerintah

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved