Kompor Listrik Tidak Pro Rakyat

Pengamat Ekonomi Unhas Anas Anwar Makkatutu menyatakan apapun kebijakan pemerintah selama tidak memberatkan pasti bagus untuk masyarakat.

PLN Wilayah Sulserabar
PLN merekomendasikan penggunaan kompor induksi di dapur rumah tangga karena lebih aman, praktis, efisien dan nyaman. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Pemerintah lagi-lagi menyampaikan kabar mengejutkan masyarakat.

Penggunaan LPG 3 kilogram akan diganti menjadi kompor listrik 1.000 watt atau kompor induksi.

Demikian dikatakan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif.

Alasan mengalihkan ke penggunaan kompor listrik karena subsidi untuk tabung gas melon terus membengkak.

Terkait kabar tersebut, Pengamat Ekonomi Unhas Anas Anwar Makkatutu menyatakan apapun kebijakan pemerintah selama tidak memberatkan pasti bagus untuk masyarakat.

Rencana konversi LPG 3 kilogram ke kompor listrik bagus dari sisi energi.

Akademisi Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin (Unhas), Anas Anwar Makkatutu
Akademisi Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin (Unhas), Anas Anwar Makkatutu (Anas Anwar)

Hanya saja, dari segi harganya tidak tahu apakah mahal atau lebih murah.

Jika penggunaan kompor listrik lebih mahal, mesti ada pembatasan bagi penggunanya.

Misalnya hanya berlaku bagi kalangan menengah keatas.

“Harus dibuatkan regulasi bahwa menengah ke atas dialihkan ke kompor listrik, sementara warga menengah kebawah dan pelaku UMKM tetap pakai LPG 3 kilogram supaya biaya produksi tidak terganggu,” katanya, Minggu (18/9/2022) lalu.

Halaman
123
Sumber: Tribun Timur
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved