Opini

PMII dan Gerakan Mahasiswa

Pada tanggal 31 Agustus 2022, PB PMII telah mengeluarkan instruksi kepada seluruh anggota dan kader untuk mengawal dan menolak kenaikan harga BBM.

PMII dan Gerakan Mahasiswa
DOK PRIBADI
Fathullah Syahrul -Wabendum Kaderisasi Nasional PB PMII 2021-2024

Mari kita urai satu per satu; Kognitif, orientasi ini merujuk pada pengetahuan seseorang/kelompok tentang trust (kepercayaan) terhadap berjalannya sistem politik. Individu/kelompok yang memiliki kepercayaan sosial cenderung memiliki partipasi yang tinggi.

Kepercayaan merupakan kesiapan untuk menerima resiko berdasarkan harapan positif (Rousseau, Sitkin, Burt dan Camerer, 1998). Sebagai organisasi intelektual, PMII memahami betul bagaimana bagaimana harus bersikap terhadap negara.

Bagi PMII, selama kebijakan itu tidak pro terhadap rakyat banyak maka disitulah akan dibunyikan simbol perlawanan. Sebab rakyat telah mendaulat para pemangku kebijakan untuk berpihak pada mereka.

Olehnya itu, power (kekuatan) PMII ada bersama rakyat, melalui sumber daya yang ada PMII memahami betul konsekuensi yang harus diterima entah dengan cara apapun
rakyat adalah power (kekuatan) bagi PMII.

Semangat rakyat adalah semangat PMII.

Afektif, orientasi ini berkaitan dengan perasaan dan peran individu/kelompok terhadap sistem dan aktor yang dapat membuat suatu keputusan menerima atau menolak sistem tersebut.

Mekanisme mengurus bangs aini pasti dari kedaulatan rakyat yang dititipkan kepada pemimpin/aktor atau siapapun itu, tetapi dalam perjalanan menjalankan tanggungjawab kedaulatan rakyat tersebut seringkali menemui jalan buntu. Kebuntuan kedaulatan itu datang dari kelompok-kelompok oligarki dan para mafia, sehingga pemerintah pun kalangkabut dibuatnya.

Melihat fenomena yang tak lazim itu, PMII menyatakan sikap untuk melawan segala bentuk kesewenang-wenangan demi kepentingan aktor dan atau kelompok tertentu.

Sehingga, selain aktif menyoroti setiap kebijakan PMII juga aktif menyoroti setiap aktor yang mencoba untuk bermain-main dengan mengorbankan rakyat, yang dilawan oleh PMII adalah bentuk dehumanisasi.

Evaluatif, orientasi ini merupakan keputusan dan pendapat tentang objek-objek politik yang secara tipikal melibatkan kombinasi standar nilai dan kriteria dengan informasi dan perasaan.

Orientasi ini ditentukan oleh evaluasi moral yang dimiliki seseorang atau kelompok dan juga berkaitan dengan evaluasi normatif, moral politik dan etika politik.

PMII sebagai organisasi intelektual senantiasa menanamkan gerak juang intelektual produktif yang didalamnya terdapat diskusi, aksi dan refleksi.

PMII telah menyaksikan betapa keputusan pemerintah menaikkan BBM Subsidi sangat merugikan segala sendi-sendi kehidupan.

Maka penting bagi PMII untuk mengingatkan dan memberi evaluasi pada setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah yang tidak pro terhadap rakyat banyak, gerakan #SeptemberBergerak adalah sebuah peringatan bahwa PMII tidak pernah bernegosiasi dengan kebijakan yang ouptpunya merugikan rakyat.

Halaman
123
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved