Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Aksi Tolak Kenaikan Harga BBM, Hipermata Sebut Pemerintah Tak Pentingkan Hak Rakyat

Sekitar 30 massa aksi Hipermata memadati sebagian bahu jalan menolak kenaikan harga BBM.

Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/MUH SAUKI MAULANA
Himpunan Mahasiswa Takalar (Hipermata) menggelar demo penolakan kenaikan harga BBM di depan Menara Pinisi UNM, Jl AP Pettarani, Makassar, Sulsel, Senin (19/9/2022). Sekitar 30 massa aksi memadati sebagian bahu jalan menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pelajar Mahasiswa Takalar (Hipermata) Komisariat Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar unjuk rasa di depan Menara Pinisi, Jl AP Pettarani, Makassar, Sulsel, Senin (19/9/2022).

Sekitar 30 massa aksi memadati sebagian bahu jalan menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Jenderal lapangan Ulil mengatakan pemerintah tidak mementingkan hak rakyat Indonesia.

"Implementasi sila kelima yang menjadi pedoman berbangsa dan bernegara tidak dijalankan pemerintah," jelasnya.

Pemerintah, kata dia, seharusnya melakukan upaya evaluasi terhadap penerapan subsidi yang tidak tepat sasaran.

Pasalnya, menurut data subsidi bahan bakar 60 persen hanya dinikmati kelas menengah ke atas saja.

"Subsidi BBM kita 60 persen dari total konsumsi 80 persen. Sisanya, masyarakat menengah ke bawah hanya mendapatkan 20 persen saja," ujarnya.

Dalam tuntutannya, Hipermata Komisariat UNM juga menuntut Presiden RI Joko Widodo untuk mencabut putusan pengurangan subsidi yang sudah ia teken pada 3 September lalu.(*)

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muh Sauki Maulana 

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved