Breaking News:

Santri Asal Enrekang Diduga Tewas Dianiaya, Keluarga Korban Tuntut Insan Cendikia Mandiri Sidoarjo

Awalnya pihak sekolah Insan Cendekia Mandiri Boarding School (ICMB) Sidoarjo Jawa Timur mengatakan jika santri tersebut jatuh dari lantai 3

Penulis: Erlan Saputra | Editor: Waode Nurmin
GRAFIS SRIWIJAYA POST
Ilustrasi pengeroyokan. Seorang santri asal Enrekang bernama Fauzan tewas diduga karena dianiaya temannya sendiri di Insan Cendekia Mandiri Boarding School (ICMB) Sidoarjo Jawa Timur 

TRIBUN-TIMUR.COM, ENREKANG - Kesedihan masih menyelimuti keluarga Fauzan, seorang santri yang tewas dikeroyok di salah satu sekolah di Sidoarjo, Jawa Timur.

Fauzan dikabarakan meninggal di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidoarjo.

Selang kemudian, jenazah Fauzan lalu dipulangkan ke kampung halamannya di Kelurahan Kalosi, Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, pada Rabu (14/9/2022) lalu.

Dikabarkan, dirinya menghembuskan nafas terakhir usai dikeroyok sejumlah pelajar, mereka adalah teman Fauzan sendiri.

Santri penghapal Alquran tersebut mengalami luka lebam di area mata, hidung, lengan, hingga pendarahan serius pada bagian otak.

Fauzan sejatinya menuntut ilmu di sekolah Insan Cendekia Mandiri Boarding School (ICMB) Sidoarjo, namun takdir berkata lain, cita-citanya harus tandas dengan kondisi yang tak adil.

"Awalnya, pihak sekolah melaporkan bahwa adik saya ini jatuh di atas lantai tiga. Kondisi Fauzan saat itu katanya lagi muntah darah," ungkapnya kepada Tribun-Timur, Sabtu (16/9/2022).

Saking khawatir, kemudian pihak keluarga sudah berencana ingin terbang langsung ke Sidoarjo untuk melihat kondisi Fausan.

"Namun, kami mendapat telepon lagi dari pihak sekolah, bahwa nyawa adik saya tidak bisa diselamatkan akibat luka yang dideritanya sangat serius," ungkapnya.

Menurutnya, pihak sekolah telah berbohong ke keluarga soal peristiwa sebenarnya.

"Atas peristiwa itu, saya sudah melayangkan laporan ke Polres Sidoarjo atas dugaan tindak kekerasan pada adik saya," ujarnya.

Sejauh ini, pihak kepolisian sudah mengamankan tiga pelaku yang terlibat dalam pengeroyokan.

"Saya mencari keadilan untuk adik saya, semoga pihak kepolisian bertindak adil dan membuka fakta baru soal kematian adik saya," pungkasnya.

 

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved