Kedaireka Berhasil Kumpulkan 5.407 Proposal Reka Cipta dari 509 Perguruan Tinggi

Program Matching Fund 2022 melibatkan perguruan tinggi dan Dunia Usaha Dunia Industri untuk membentuk ekosistem Merdeka Belajar Kampus Merdeka

Penulis: Rudi Salam | Editor: Waode Nurmin
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi
Plt. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nizam saat memberikan sambutan dalam acara Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Perguruan Tinggi dan Diktiristek Program Kedaireka: Matching Fund 2022, Jumat (16/9/2022). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi, melalui Kedaireka (Kerja Sama Dunia Usaha dan Kreasi Reka), resmi merampungkan program Matching Fund 2022, Jumat (16/9/2022).

Selama tujuh bulan sejak pembukaan pendaftaraan di tahun 2022 ini, Kedaireka berhasil mengumpulkan 5.407 proposal reka cipta dari 509 perguruan tinggi, 27.184 dosen dan 143.683 mahasiswa.

Program Matching Fund 2022 Kedaireka adalah program pendanaan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi.

Program ini melibatkan insan Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI) untuk bersama-sama terlibat dalam menjawab tantangan di dalam dunia industri serta membentuk ekosistem Merdeka Belajar - Kampus Merdeka.

Platform Kedaireka sudah diluncurkan sejak 2020 lalu dan sasaran dari program ini adalah perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta di bawah binaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Universitas, Institut dan Sekolah Tinggi) yang bekerja sama dengan DUDI.

Setelah perguruan tinggi dan DUDI menyepakati kemitraan melalui Kedaireka, dosen perguruan tinggi dapat mengajukan proposal Matching Fund.

Dari total 5.407 proposal yang masuk, terbagi menjadi dua bagian yakni 4.761 proposal kategori perguruan tinggi (Dikti) dan 616 proposal kategori vokasi atau terapan (Diksi).

Angka tersebut meningkat 410 persen dibanding tahun 2021 dengan jumlah proposal yang masuk sebanyak 1.231 yang terdiri dari 1.050 proposal Dikti dan 181 proposal Diksi.

Plt. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nizam menyambut baik melonjaknya jumlah proposal reka cipta di tahun 2022.

Nizam berharap hal ini bisa menjadi indikator meningkatnya kesadaran masyarakat untuk mau berinovasi dan mewujudkannya melalui kolaborasi.

“Melalui kolaborasi perguruan tinggi dan industri, saya berharap inovasi akan segera menghilir dan masalah yang dialami industri segera menghulu ke agenda riset di perguruan tinggi,” kata Nizam, via rilis, Jumat (16/9/2022).

“Semoga sinergi inovasi pentahelix (semangat Kampus Merdeka) betul-betul berdampak pada pembangunan ekonomi dan kedaulatan bangsa,” harap Nizam.

Pada penyelenggaraan Matching Fund Kedaireka 2022 ini, jumlah dana kolaborasi Dikti dan Mitra DUDI meningkat sebesar 420 persen dari tahun 2021.

Di tahun 2021 total dana kolaborasi yang terkumpul sebesar Rp2.670.107.369.726, sementara di 2022 meningkat menjadi Rp11.201.828.441.989.

Halaman
123
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved