Kenaikan harga BBM

KSPSI Dialog dengan Pemprov Sulsel dan Pertamina bahas Dampak Kenaikan BBM

"Tentu apa yang kita bicarakan pada hari ini dan dialogkan bersama teman-teman buruh merupakan hal yang sangat penting,"

Editor: Muslimin Emba
TRIBUN-TIMUR.COM
Dialog KSPSI dengan pemprov Sulsel di Warkop turatea 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - sejumlah pejkerja dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Sulsel menggelar forum dialog bersama Pemerintah Provinsi, Pertamina dan Polda Sulsel di Warkop Turatea, Jl Penghibur, Rabu (14/9/22) Siang.

Forum dialog yang juga diikuti sejumlah pengurus kabupaten Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Sulsel itu, dilakukan untuk mencari solusi dampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bagi pekerja atau buruh.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulsel, Ardiles Saggaf yang hadir sebagai narasumber mewakili Gubernur Sulsel menuturkan, kegiatan itu merupakan upaya mencari solusi bersama pekerja yang terdampak kenaikan harga BBM.

"Tentu apa yang kita bicarakan pada hari ini dan dialogkan bersama teman-teman buruh merupakan hal yang sangat penting, karena kita ketahui bersama bahwa kalau berbicara kenaikan BBM berdampak semua pihak dan semua sektor, " kata Ardiles Saggaf.

Tentu dengan adanya dampak-dampak itu kata Ardiles, pemerintah harus turun tangan memberikan solusi.

Salah satu yang disampaikan tadi itu menyangkut bantuan langsung tunai, kedua menyangkut kebijakan bantuan subsidi upah yang diharapkan para pekerja, kemudian menyangkut subsidi tranportasi.

"Jadi ada tiga kebijakan besar pemerintah yang disampaikan kepada teman-teman buruh, yang tentunya melalui forum ini kita minta agar supaya apa kebijakan yang sudah diambil pemerintah bisa juga dikawal oleh teman-teman pekerja ini, " ucapnya.

Sekertaris DPD KSPI Sulsel, Abdul Muis mengatakan dialog digelar sebagai wadah penyaluran aspirasi peserta kepada pemerintah provinsi, Pertamina maupun pihak Kepolisian.

"Tentunya kita berharap kalau memang kenaikan ini tidak ditinjau kembali, diharapkan ada solusi yang diberikan. Tadi kita minta solusi agar dinaikkan upah minimum untuk 2023 sebesar 30 persen dan Alhamdulillah sudah ada koordinasi Kadisnaker dengan pusat, " kata Muis.

Sementara itu, Kasubdit Babinkamtibmas Ditbinmas Polda Sulsel, Kompol Muh Idris mewakili Kapolda Sulsel sebagai narasumber menyampaikan apresiasi terkait dialog ini.

Kompol Muh Idris, mengatakan dialog ini memang perlu dibangun terkait dengan dampak dari kenaikan BBM agar ada masukan-masukan yang tentunya disampaikan ke instansi terkait.

Dialog ini dijelaskan Kompol Idris, sudah terlaksana dengan baik dan ini juga mengurangi hal-hal yang diperjuangkan dijalanan dan berdampak pada gangguan Kamtibmas. 

"Semoga yang lain juga bisa mengikuti ini, tetap berjuang untuk hak-haknya yang ingin dipenuhi. Meski dengan cara-cara yang santun agar keamanan di kota Makassar dan Sulsel, kita bisa jaga dengan baik, " jelasnya.(*)

Sumber: Tribun Timur
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved