Ayah Tusuk Anak Tiri

Asrul Ditangkap Resmob Polda di Maros Usai Tusuk Anak Tirinya di Makassar Hingga Tewas, Ini Motifnya

"Mendapatkan informasi keberadaan pelaku Asrul, Tim Resmob Polda Sulsel bersama Tim Jatanras Polrestabes Makassar mendatangi tempat persembunyiannya"

Editor: Muslimin Emba
Resmob Polda Sulsel
Saat Asrul pelaku penusukan terhadap Dandi ditangkap di Maros. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Seorang Ayah Tusuk Anak Tiri di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Sang ayah tega menusuk anak tirinya dengan sangkur hingga tewas.

Aksi penusukan itu berlangsung di Jl Ratulangi Lorong 7, Kecamatan Mamajang, Selasa (13/9/2022) siang.

Sang ayah tiri diketahui bernama Asrul Assagaf (58) sementara sang anak diketahui bernama Dandi.

Kejadian bermula saat sang anak Dandi tengah asik menyeruput kopi depan rumahnya.

Tiba-tiba sang ayah tiri, Asrul datang dengan mengendarai motor.

Asrul dan Dandi terlibat cekcok atau adu mulut diduga karena persoalan utang piutang.

"Pelaku kemudian mencabut sangkurnya yang memang sebelumnya terselip di pinggang pelaku dan langsung menusuk dada sebelah kiri korban," kata Kanit Resmob Polda Sulsel Kompol Dharma Negara kepada tribun, Selasa (13/9/2022) malam.

"Setelah korban (Dandi) tersungkur dan jatuh pelaku (Asrul) kemudian melarikan diri," sambungnya.

Dandi yang tertusuk sangkur sang ayah pun dilarikan ke Rumah Sakit Labuang Baji.

Namun, ajal berkata lain. Nyawanya tidak dapat tertolong lagi.

Sementara, Asrul yang kabur usai menikam sang anak tiri rupanya kabur ke Maros.

Langkahnya kabur dari perbuatan tindak pidana pembunuhan terendus Tim Resmob Polda Sulsel.

Asrul pun diringkus saat berada di pekuburan Jl Puri Pattene, Kabupaten Maros.

"Setelah mendapatkan informasi keberadaan pelaku Asrul, Tim Resmob Polda Sulsel bersama Tim Jatanras Polrestabes Makassar mendatangi tempat persembunyian pelaku di Jl Puri Pattene dan berhasil mengamankan terduga pelaku," terang Kompol Dharma.

Asrul yang tertangkap pun mengakui perbuatannya.

"Hasil interogasi, bahwa pelaku Asrul melakukan penikaman didasari adanya selisih paham (uang Rp 3 juta) antara pelaku dan korban yang menyebabkan pelaku emosi," ungkap Dharma.

srul saat ini diamankan di Mapolrestabes Makassar untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.(*)

Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved