Respon Dinsos Luwu Timur Soal Pasutri Jadi Tersangka Pasca Adopsi Anak Sahabat

Dinas Sosial Luwu Timur menegaskan bahwa pasutri yang dijadikan tersangka ini bukan karena mengadopsi anak sahabatnya.

Penulis: Ivan Ismar | Editor: Hasriyani Latif
dok pribadi
Kepala Dinas Sosial Luwu Timur Sukarti (tiga kanan). Dinas Sosial Luwu Timur memberikan pendampingan terhadap kasus adopsi anak di Luwu Timur yang mengakibatkan pasangan suami istri jadi tersangka. 

"Soal adopsi anak, saya pahami adalah pemalsuan dokumen, pemalsuan (pembuatan akte kelahiran," katanya, Kamis (8/9/2022).

"Untuk adopsi ada dasarnya, tapi yang bersangkutan (pasutri) belum lakukan adopsi anak. Karena secara hukum, belum ada legalitas hukum (keputusan pengadilan)," lanjutnya.

Keterlibatan Dinsos, kata dia, melakukan pendampingan. "Kalau ada kasus butuh pendampingan, kita dampingi," kata Sukarti.

Pengakuan Oky dan Yulis

Kasat Reskrim Polres Luwu Timur AKP Muhammad Warpa mengatakan, selain Oky dan Yulis, RE atau orang tua kandung dijadikan tersangka.

"Jadi kita sudah jadikan tersangka ini tiga orang, si RE polisi, Oky dan Yulis, kita sudah jadikan tersangka," kata AKP Warpa, Senin (5/9/2022).

RI belum dijadikan tersangka karena perjanjian yang dibuat pada 15 September 2019, soal perjanjian penyerahan anak.

Itu perjanjian salah sebenarya, harusnya melalui proses hukum yang berlaku. Lewat pengadilan.

RE merupakan oknum polisi yang bertugas di Kota Makassar.

Awal mula pertemuan RI dan RE kata AKP Warpa saat RE BKO pengamanan di Luwu Timur.

Dikonfirmasi Jumat (2/9/2022) via telepon, Yulis mengaku kaget setelah berstatus tersangka.

"Ya kaget, saya jadi tersangka begini, kaget pastinya, tapi saya mau gimana, saya sudah berusaha untuk minta dimediasi, tapi dari pihak sana tidak mau, saya tidak bisa bikin apa-apa," katanya.

Menurut Yulis, pihak nenek dari bayi yang tidak mau menerima mediasi.

Info yang Yulis terima, mediasi ditolak karena nenek bayi ini merasa sudah dibohongi dan Yulis mencemarkan nama baik keluarganya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved