Partai Persatuan Pembangunan

Suharso Monoarfa Diberhentikan sebagai Ketum PPP, PPP Pinrang: Pasti Sudah Dipikirkan Matang-matang

Chandra mengatakan keputusan tersebut pastinya sudah dipikirkan matang-matang oleh pimpinan 3 majelis partai.

Penulis: Nining Angraeni | Editor: Muh. Irham
Tribun Pinrang
Wakil Ketua Bidang Fungsional Informasi, Komunikasi dan Media Sosial DPC PPP Pinrang, Chandra 

PINRANG, TRIBUN-TIMUR.COM - Suharso Monoarfa diberhentikan dalam jabatannya sebagai Ketua Umum (Ketum) Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Dikutip dari Tribunnews, Wakil Sekretaris Majelis Pertimbangan DPP PPP Usman M. Tokan mengatakan, pemberhentian dilakukan setelah pimpinan 3 Majelis Partai menyikapi terkait ramai dan gaduhan soal Suharso Monoarfa secara pribadi dan kalangan simpatisan PPP.

"Sehingga pada tanggal 30 Agustus 2022, dengan berat hati, Pimpinan 3 Majelis yang merupakan Majelis Tinggi DPP akhirnya melayangkan surat ketiga yang atas dasar kewenangannya mengeluarkan Fatwa Majelis yakni memberhentikan Saudara Suharso Monoarfa dari Jabatan Ketua Umum DPP PPP terhitung sejak surat tersebut ditandatangani," kata Usman, Senin (5/9/2022).

Menanggapi pemecatan tersebut, Wakil Ketua Bidang Fungsional Informasi, Komunikasi dan Media Sosial DPC PPP Pinrang, Chandra mengatakan keputusan tersebut pastinya sudah dipikirkan matang-matang oleh pimpinan 3 majelis partai.

"Kalau persoalan pemecatan beliau (Suharso Monoarfa) secara kelembagaan DPC PPP Pinrang di bawah kepemimpinan H. Sahabuddin selaku Ketua Umum dan Hartono Mandu Selaku Sekertaris Umum berpendapat keputusan yang dikeluarkan oleh Pimpinan 3 Majelis DPP PPP telah melalui serangkaian proses dan pastinya penuh pertimbangan,"katanya kepada Tribun Timur, Rabu (7/9/2022).

Chandra menuturkan, dengan dikeluarkannya keputusan tersebut, tentunya petinggi partai PPP yang berada di tingkat DPP punya strategi khusus agar setiap program kerja tetap berjalan.

Salah satunya, kata Chandra, menghadapi tahapan penetapan peserta pemilu.

"Fatwa majelis itu adalah keputusan tertinggi di partai kami PPP. Sehingga apa yang kemudian dikeluarkan yakni Fatwa Majelis terkait pemberhentian beliau itu sudah melalui banyak tahapan," jelasnya.

Tidak ingin berlarut dalam masalah tersebut, dia menuturkan saat ini DPC PPP Kabupaten Pinrang tengah fokus untuk terus melakukan kerja-kerja organisasi dan kerja elektoral.

"Alhamdulillah untuk DPC PPP Kabupaten Pinrang telah memiliki kantor tetap secara permanen sesuai dengan arahan DPW dan DPP. Sambil membenahi isi kantor, kami juga sementara dalam persiapan pelaksanaan pendidikan politik," terangnya.

Dikatakan, Sekolah Politik PPP Pinrang dalam waktu dekat akan terlaksana.

"Hal ini merupakan program kerja turunan dari DPP dan DPW. Jadi kita fokus di sini saja dulu," imbuhnya.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved