Airlangga Hartarto Sebut Ekonomi Biru Dapat Lestarikan Ekosistem Laut dan Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Airlangga hartarto melangsungkan closing remarks secara daring di kegiatan Tri Hita Karana Climate Road to G20 Dialogue, Kamis (1/9/2022).

Editor: Content Writer
DOK MENKO AIRLANGGA
Airlangga hartarto melangsungkan closing remarks secara daring di kegiatan Tri Hita Karana Climate Road to G20 Dialogue dengan tema Making History for Climate Action: Unlocking Finance for the Energy Transition and Oceans, Kamis (1/9/2022). 

MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto melangsungkan closing remarks secara daring di kegiatan Tri Hita Karana Climate Road to G20 Dialogue dengan tema Making History for Climate Action: Unlocking Finance for the Energy Transition and Oceans, Kamis (1/9/2022).

Dalam kegiatan tersebut, Airlangga menyebutkan bahwa pemerintah mempunyai komitmen untuk menjaga kelestarian laut di Indonesia.

Selain sebagai ekosistem terbesar di bumi, laut juga menjadi tempat bergantungnya industri besar, yakni perkapalan, perikanan, budidaya hingga pariwisata pesisir.

Menko Airlangga menyebutkan bahwa kelestarian ekosistem laut dapat mengurangi dampak perubahan iklim lewat kebijakan ekonomi biru.

“Biru menjadi kebijakan pemanfaatan sumber daya laut yang berwawasan lingkungan guna menyokong pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan, dan mata pencaharian sekaligus pelestarian ekosistem laut,” kata Airlangga.

Ia juga menjelaskan bahwa nilai ekonomi tahunan ekosistem laut menyentuh angka 2,5 triliun dolar AS.

“Hal ini menjadikan ekonomi biru secara progresif mampu menarik investor, perusahaan asuransi, bank, dan pembuat kebijakan sebagai sumber pendanaan baru,” jelas Airlangga.

Pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan praktik kelautan berkelanjutan bersama masyarakat lokal lewat peningkatan Blue Carbon dan pelaksanaan Blue Halo-S.

Ketua Umum Partai Golkar ini menyebutkan upaya Indonesia sebagai negara yang menyimpan 17 persen dari cadangan Blue Carbon dunia.

“Indonesia berupaya menjaga penyerapan dan penyimpanan Blue Carbon yang secara jangka panjang mampu membantu dalam mengurangi dampak perubahan iklim,” terang Menko Airlangga.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved