Harga BBM Naik
Ketua KNPI Sulsel: Pemerintah Harus Jelaskan Transparansi dan Peruntukan Harga BBM Naik
Ketua DPD KNPI Sulsel Nurkanita Maruddani Kahfi mendorong pemerintah mengurai alasan kenaikan BBM dengan transparan kepada masyarakat.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Ketua DPD KNPI Sulsel Nurkanita Maruddani Kahfi menilai, kenaikan harga BBM sudah pasti mempengaruhi hampir semua sektor kehidupan masyarakat Indonesia.
Untuk itu, Kanita mendorong perlu kiranya pemerintah mengurai alasan kenaikan BBM dengan transparan.
"Tujuannya agar masyarakat Indonesia biasa ikut atau terlibat langsung dalam pengawasan penggunaan anggaran yang diambil dari kebijakan pemerintah mengurangi subsidi BBM, kalau perlu dalam bentuk angka," kata Kanita kepada wartawan Senin (5/9/2022).
Kanita menilai, masyarakat perlu tahu bahwa memang pemerintah harus mengurangi subsidi atau menaikan subsidi.
Edukasi kepada masyarakat dinilai menjadi penting agar masyarakat kita tidak mudah termakan isu-isu Hoaks yang bisa menimbulkan ketidakstabilan politik di Tanah Air.
"Apalagi kita sudah mau memasukki tahun politik, isu BBM ini akan menjadi komoditi kelompok-kelompok yang tidak bertanggung jawab dengan memproduksi isu-isu hoaks yang bisa menimbulkan perpecahan di tengah-tengah masyarakat," tegas Kanita.
Kanita menilai, pemerintah yang ideal ketika tidak ada lagi sekat infomasi terkait perencanaan, pelaksanaan dan penyerapan, anggaran pembangunan nasional.
Sebelumnya diberitakan pemerintahan Jokowi resmi menaikan harga BBM per Sabtu (3/9/2022) dan berlaku mulai pukul 14.30 WIB.
Pengumuman kenaikan harga BBM ini disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif.
Jenis BBM yang mengalami kenaikan harga yakni:
Pertalite, dari Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10 ribu per liter.
BBM jenis Solar Subsidi dari Rp 5.150 menjadi Rp 6.800 per liter.
Pertamax nonsubsidi dari Rp 12.500 per liter, menjadi Rp 14.500 per liter.
"Ini berlaku satu jam sejak saat penyesuaian harga saat ini, jadi akan berlaku pukul 14.30 WIB. Terima kasih," kata Arifin dalam konferensi pers, Sabtu (3/9/2022) bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Presiden Jokowi menegaskan keputusan pemerintah menaikkan harga BBM merupakan pilihan terkahir yang diambil.