Dies Natalis ke-38 Tahun, Universitas Terbuka Menuju PTN-BH

Dies Natalis ke-38 tahun dilaksanakan secara hybrid dipusatkan di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC) serta diikuti 39 UPBJJ-UT.

Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Waode Nurmin
Dokumentasi
Suasana Dies Natalis ke-38 Tahun Universitas Terbuka yang dilaksanakan secara hybrid, Minggu (4/9/2022) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Universitas Terbuka (UT) memperingati Dies Natalis ke-38 tahun Minggu (4/9/2022).

Tema diangkat Bangkit dan Maju Bersama dalam Tatanan Baru Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN BH).

UT memang tak lama lagi menyandang status PTN-BH, tinggal menunggu penandatanganan peraturan pemerintah dari Presiden.

Dies Natalis ke-38 tahun dilaksanakan secara hybrid dipusatkan di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC) serta diikuti 39 UPBJJ-UT.

Rektor Universitas Terbuka, Prof Ojat Darojat mengatakan, UT dengan status PTN-BH memiliki otonomi lebih luas. Dengan otonomi tersebut, UT akan terus tumbuh dan berkembang.

"Mampu merencanakan kegiatan program dibutuhkan, bisa merespon lebih cepat setiap tuntutan kebutuhan dan dinamika yang terus berlangsung di tengah masyarakat," katanya saat memberikan sambutan.

Dia menyampaikan, ide pendirian UT 38 tahun silam merupakan suatu lompatan besar.

Kini mulai menargetkan pencapaian satu juta mahasiswa secara bertahap dalam tiga tahun ke depan.

Terobosan dan inovasi terus dilakukan, agar UT semakin baik dan beragam layanan ke mahasiswa dan stakeholder terus didorong dan dikembangkan.

Kedepan, mahasiswa dapat melaksanakan ujian di mana saja. Selain itu, program metaverse sedang dikembangkan.

Program metaverse dalam mengembangkan layanan akademik dan non akademik.

"Hal ini sebagai bentuk realisasi sebagai cyber university. Jadi pengalaman mahasiswa semakin lengkap, sehingga memiliki daya saing tinggi dan kompetitif. Pemanfaatan teknologi dalam jarak jauh adalah keniscayaan," tuturnya.

Ketua Panitia Dies Natalis ke-38, Meirani Harsasi mengatakan, UT telah memberikan sumbangsih bagi kemajuan anak bangsa.

"Selama 38 tahun berkomitmen agar putra-putri terbaik anak bangsa ini bisa meraih pendidikan, tanpa batasan, termasuk mereka yang tinggal di pelosok Indonesia," ucapnya saat memberikan sambutan.

Ia menyebut, usia 38 tahun UT dapat menguatkan posisinya sebagai pionir dalam pendidikan terbuka dan jarak jauh, bukan hanya di Indonesia, tapi juga di dunia.

"Semoga UT semakin berkiprah dalam memajukan Indonesia menuju satu juta mahasiswa," sebutnya.

Dengan status PTN-BH UT, Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) UT akan menerima dampak, termasuk UPBJJ UT Makassar.

Penanggungjawab Kerjasama, Humas dan Alumni UT Makassar, Prof Abd Rahman Rahim menjelaskan prinsip PTN-BH adalah pengelolaan secara mandiri.

Pertama, dimungkinkan untuk membuka program studi (Prodi) baru yang selama ini izinnya dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Bisa pula menutup Prodi yang sudah tidak diminati lagi oleh masyarakat.

"Dengan PTN-BH cukup keputusan rektor sudah bisa membuka Prodi," jelasnya.

Kedua, bisa merekrut sumber daya manusia, tenaga pendidikan maupun tenaga non pendidik tanpa menunggu formasi dari pemerintah.

Tentunya, sesuai kebutuhan dari universitas itu sendiri.

"Sebagai PTN-BH bisa saja melakukan rekrutmen dosen atau karyawan tanpa menunggu formasi ditetapkan pemerintah," tutur Prof Abdul Rahman Rahim.

Ketiga, terang Guru Besar Pasca Sarjana UT ini, kemampuan mengelola sendiri keuangan. Jadi harus mencari sumber pendapatan lain, tidak hanya pendapatan berasal dari mahasiswa.

"Perlu dilakukan sebagai PTN-BH bagaimana mendapatkan sumber pendapatan, tidak hanya berasal dari mahasiswa, tapi juga dapat sumber pendapatan lain. Memungkinkan mendirikan perusahaan yang berorientasi profit. Ini sebagai sumber pendapatan dan bisa membiayai UT," terangnya.

 

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved