Judi Sabung Ayam

Penjudi Sabung Ayam Ditemukan Tewas Usai Digerebek, Diduga Tak Bisa Berenang Saat Lompat ke Sungai

Dua orang atas nama Hasbi dan Toami  melompat ke sungai dan hanyut terbawa arus sungai. 

Penulis: Nining Angraeni | Editor: Muh. Irham
ist
Warga Kampung Tappak Tete, Dusun Sanggruak, Desa Suppirang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, digegerkan dengan penemuan mayat di sungai, Jumat (2/9/2022) siang. Jenazah bernama Hasbi tersebut merupakan pelaku judi sabung ayam yang melompat ke sungai saat digerebek oleh anggota Polres Mamasa, Sulawesi Barat 

PINRANG, TRIBUN-TIMUR.COM - Warga Kampung Tappak Tete, Dusun Sanggruak, Desa Suppirang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel), digegerkan dengan penemuan mayat di sungai, Jumat (2/9/2022) siang. 

Mayat tersebut bernama Hasbi (25) warga Desa Kelapa Dua, Kecamatan Anreapi, Kabupaten Polman, Sulawesi Barat (Sulbar). 

Informasi yang dihimpun, sebelumnya Personel Polres Mamasa melakukan penggerebekan judi sabung ayam di Desa Sepang, Kecamatan Messawa, Kabupaten Mamasa pada Selasa (30/8/2022) pukul 14.00 Wita. 

Pada saat penggerebekan tersebut, para pelaku judi sabung ayam langsung lari dan membubarkan diri. 

Dua orang atas nama Hasbi dan Toami  melompat ke sungai dan hanyut terbawa arus sungai. 

Sehingga  masyarakat  langsung melakukan pencarian dengan menyusuri sungai mulai dari wilayah Kecamatan Messawa, Kabupaten Mamasa, Sulbar, hingga wilayah Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang, Sulsel.

Sekertaris Camat Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang, Yusuf membenarkan terkait penemuan mayat tersebut. 

"Iya betul. Tadi siang ditemukan. Sekitar pukul 13.30 Wita oleh warga dan Tim SAR gabungan dari Kabupaten Mamasa," kata Yusuf, Jumat (2/9/2022) malam.

Dikatakan, pada saat ditemukan korban tersangkut di ranting pohon. 

Korban langsung dimasukkan ke kantong mayat dan dibawa oleh Tim SAR gabungan bersama masyarakat dan keluarganya ke rumah duka di Desa Kelapa Dua, Kecamatan Anreapi, Kabupaten Polman, Sulbar.

Sementara itu, kata Yusuf, Tim SAR gabungan dan warga masih melakukan pencarian korban atas nama Toami. 

Toami merupakan warga Desa Pasiang, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polman. 

"Masih ada satu belum ditemukan. Kita juga dari Kecamatan sudah mengutus anggota untuk membantu warga di sana melakukan pencarian," tuturnya. 

Dikatakan, Hasbi dan Toami diketahui memang tidak bisa berenang. 

"Infomasi yang saya dapat keduanya memang tidak bisa berenang sehingga hanyut. Ada beberapa warga juga yang lompat pada saat penggerebekan," tutupnya. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved