Polisi Tembak Polisi

Dulu Bilang Ada Dugaan Sayatan, Kini Pengacara Brigadir J Kamaruddin Dilaporkan ke Bareskrim Polri

Pengacara keluarga Brigadir J Kamaruddin Simanjuntak dilaporkan ke Bareskrim Polri dalam dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks.

Editor: Ari Maryadi
Kompas.com
Pengacara keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak, saat menyambangi Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (18//7/2022). Kini Kamaruddin Simanjuktak dilaporkan ke Bareskrim Polri soal dugaan penyebaran berita bohong. (Foto Kompas.com) 

TRIBUN-TIMUR.COM -- Kamaruddin Simanjuntak dilaporkan dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks ke Badan Resersi Kriminal ( Bareskrim)  Polri.

Kamaruddin Simanjuntak adalah pengacara keluarga Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Pelapor tercatat mengatasnamakan Aliansi Advokat Anti Hoax (A3H).

Laporan terhadap Kamaruddin Simanjuntak teregister dengan nomor STTL/315/VIII/2022/Bareskrim Polri tertanggal 31 Agustus 2022.

Terlapor ada dua. Selain Kamaruddin Simanjuntak, ada pula Deolipa Yumara eks pengacara Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E.

Pelapor menilai, ada penyataan terbuka Kamaruddin Simanjuntak dan Deolipa Yumara ke publik yang dianggap tidak benar atau berita bohong.

"Kita kemarin lapor dalam kapasitas selaku Aliansi Advokat Antihoax yang peduli dengan kondisi masyarakat hukum supaya tertib hukum," kata Ketua Umum Aliansi Advokat Anti Hoax (A3H), Zakirun Chaniago saat dihubungi Tribunnews, Jumat (2/9/2022).

Zakirun menyebut dasar pelaporan yang dibuat karena kedua terlapor kerap membuat berita hoaks dalam kasus kematian Brigadir J.

"Untuk Kamaruddin kan bicara antara lain di beberapa media online dia mengatakan ada sayatan, ada jari-jari hancur, katanya telah ditembak, ada jeratan leher, semacam itu kan sebenarnya tidak sesuai dengan hasil otopsi yang dikeluarkan oleh lembaga berwenang dari forum laboratorium forensik. Itu sudah dibantah langsung," ucapnya.

"Itu kan penggiringan opini semacam ini untuk membangun suatu kebencian kepada pihak keluarga ini. Itu sudah menyerang kepada kepentingan pribadi, personal," sambungnya.

Sementara itu, Zakirun mempermasalahkan pernyataan Deolipa yang menyebut soal LGBT, perselingkuhan antara istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi dan asisten rumah tangganya yang kini juga menjadi tersangka, Kuat Ma'ruf hingga Ferdy Sambo seorang psikopat.

"Hal-hal yang tidak substansial dari permasalahan yang sebenarnya, apabila dikembangkan dan dibiarkan, seolah-olah itu benar, padahal itu tidak ada dasar sama sekali yang mereka sampaikan. Kita melihat masyarakat ini jadi gaduh, tersedot energi mereka," ungkapnya.

Zakirun melanjutkan seharusnya percayakan saja kepada pihak kepolisian yang tengah menyidik kasus tersebut dan tidak membuat spekulasi yang bisa menggiring opini publik.

"Kita maunya ya sudah percayakan kepada pihak berwenang dalam pemeriksaan ini, sama-sama kita pantau. Implikasi daripada perbuatan mereka itu jelas pidana, makanya kita laporin. Sebab, kalau tidak dihentikan semacam ini akan terus berkembang," jelasnya.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved