Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Bukan Kuat Maruf Kini Muncul Sosok Lain Diduga Hasut Ferdy Sambo Bunuh Brigadir J, Pesan Jadi Bukti

Ferdy Sambo marah besar setelah mendengar kata-kata hasutan dua orang dekatnya. Ternyata bukan hanya Kuat Maruf.

Tayang:
Editor: Ansar
Kolase TribunTimur.com
Kolase ilustrasi polisi, Kamaruddin, Putri dan Ferdy Sambo. Selain Kuat Maruf Asisten Rumah Tangga (ART) yang juga sopir Ferdy Sambo dan Putri Chandrawathi, ternyata ada sosok lain yang disebut menghasut. 

"Nah, propaganda-propaganda Kuat itu yang kemudian dijadikan skenario sehingga Kuat, Putri dan Sambo, berkonspirasi untuk menciptakan kebohongan," kata Deolipa.

Karenanya, kata dia, penyidik tidak usah terlalu percaya dengan adanya pengakuan pelecehan seperti yang diungkapkan Putri Candrawathi, Ferdy Sambo, dan Kuat Maruf.

"Apalagi mereka bertiga adalah tersangka. Putri kan gak bagus juga. Putri kan tukang bohong juga, Sambo tukang bohong, Kuat apalagi.

Jadi tidak bisa dipercaya mereka itu, soal isu pelecehan. Karena sama sekali gak muncul kemungkinan pelecehan itu," katanya.

2. Kuat Maruf Orang Sipil yang Ingin Berkuasa di Polri

Menurut Deolipa, Kuat Maruf sudah memfitnah bahwa Brigadir J telah melecehkan Putri Candrawathi.

Fitnahan itu diungkapkan Kuat Maruf kepada Ferdy Sambo hingga membuatnya murka.

Karena terhasut provokasi Kuat serta merasa harkat dan martabat keluarganya dilukai,

Menurut Deolopa, Ferdy Sambo lalu merancang dan merencanakan pembunuhan terhadap Brigadir J.

Hingga akhirnya Brigadir J dieksekusi di rumah dinas Ferdy Sambo di Duren Tiga, Jakarta Selatan, 8 Juli 2022 lalu.

Brigadir J ditembak oleh Bharada E atas perintah Ferdy Sambo.

Ekseksusi Brigadir J dilakukan di depan Kuat Maruf dan Brigadir RR, ajudan Ferdy Sambo lainnya.

"Jadi motif sebenarnya adalah karena si Kuat Maruf atau KM ini. Kuat ini orang sipil tapi ingin berkuasa di polisi (ajudan Ferday Sambo).

Kuat ini kan selalu berantem sama si Yosua atau Brigadir J, karena Kuawat ingin dianggap oleh Sambo, sebagai orang pertama penjaga Sambo," kata eks kuasa hukum Bharada E, Deolipa Yumara.

Sehingga, kata Deolipa, timbulah propaganda-propaganda si Kuat.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved