Rebutan Harta Gono Gini

Bhabinkamtibmas Polres Pinrang Mediasi Warga yang Ribut Soal Harta Gono Gini

Bhabinkamtibmas Polres Pinrang Bripka Darwis melakukan mediasi permasalahan warga di Kelurahan Tatae.

Penulis: Nining Angraeni | Editor: Hasriyani Latif
Bhabinkamtibmas Kelurahan Tatae
Bhabinkamtibmas Bripka Darwis Polres Pinrang melakukan mediasi permasalahan warga di Kelurahan Tatae, Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, Jumat (26/8/2022). Masalah yang dialami oleh Kasau dan Rasmia tidak ditemukan jalan keluar sehingga diarahkan menempuh jalur Pengadilan Agama. 

TRIBUNPINRANG.COM, PINRANG - Bhabinkamtibmas Polres Pinrang Bripka Darwis melakukan mediasi permasalahan warga di Kelurahan Tatae, Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.

Proses mediasi atas permasalahan harta gono gini antara Kasau dan Rasmia.

"Kami mendapat laporan dari Pak Desa Paria kalau ada warga yang berebut harta gono gini. Selanjutnya saya mendatangi keduanya untuk dilakukan mediasi di kantor Desa Paria kemarin," kata Bripka Darwis, Sabtu (27/8/2022).

Dikatakan, setiap warga yang mengalami kasus perselisihan dilakukan mediasi.

"Mediasi biasanya dilakukan di kantor desa maupun di Mapolsek Duampanua," ucapnya.

Kegiatan problem solving ini sesuai dengan arahan Kapolres Pinrang AKBP Moh Roni Mustofa.

"Beliau menginstruksikan apapun permasalahan yang dihadapi masyarakat binaan, para BKTM di wilayah hukum Polsek Duampanua harus diselesaikan dengan mediasi untuk mendapatkan titik terang serta penyelesaian masalahnya," jelasnya.

Untuk masalah yang dialami oleh Kasau dan Rasmia tidak ditemukan jalan keluar.

"Kedua belah pihak tetap pada pendirian masing-masing dan tidak terima hasil mediasi," ujarnya.

"Maka saya bersama kepala Desa Paria menyarankan untuk menempuh jalur Pengadilan Agama yang nantinya diputuskan oleh pihak pengadilan," sambungnya.

Kapolres Pinrang AKBP Moh Roni Mustofa menuturkan segala permasalahan yang ada di wilayah kelurahan harus diselesaikan dengan mediasi.

"Masalah pertikaian atau sengketa lahan maupun harta gono gini dua belah pihak, harus diselesaikan dengan cara mediasi problem solving di kantor desa atau di Mako masing masing Polsek Jajaran Polres Pinrang," jelasnya.

Namun, ketika permasalahan tersebut tidak menemukan titik terang, maka dianjurkan untuk mengarahkan ke pada pihak terkait.

"Apakah itu jalan pengadilan atau diambil alih oleh unit khusus di Mapolres Pinrang terkait permasalahan yang dialami kedua belah pihak," imbuhnya.(*)

Laporan Wartawan Tribunpinrang.com, Nining Angreani

Sumber: Tribun Timur
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved