Kasus Korupsi

Tersangkut Kasus Dugaan Korupsi Proyek Hibah Pipa, Mantan Dirut PDAM Sinjai Ditahan

Kejari Sinjai memproses hukum Suratman karena diduga melakukan korupsi pada proyek penyambungan pipa untuk warga miskin di Sinjai tahun 2017.

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Hasriyani Latif
Kejari Sinjai
Mantan Dirut PDAM Sinjai Suratman (baju tahanan) ditahan di Rutan Sinjai. Suratman diduga melakukan korupsi pada proyek penyambungan pipa untuk warga miskin di Sinjai tahun 2017. 

TRIBUNSINJAI.COM, SINJAI UTARA - Mantan Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sinjai, Sulawesi Selatan Suratman resmi ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Sinjai, Rabu (24/8/2022) malam.

Penahanan tersebut setelah Suratman ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejari Sinjai pada Senin (22/8/2022).

Kejari Sinjai memproses hukum Suratman karena diduga melakukan korupsi pada proyek penyambungan pipa untuk warga miskin di Sinjai tahun 2017.

"Penahanan ini dilakukan agar tersangka tidak melarikan diri dan menghilangkan barang bukti," kata Kepala Kejaksaan Negeri Sinjai Zulkarnaen, Kamis (25/8/2022).

Dasar penahanan mengacu pada pasal 21 KUHAP. Suratman diproses hukum sejak tahun lalu.

Ia diduga melakukan korupsi dengan jumlah kerugian negara lebih dari Rp 1 miliar dari total anggaran yang digunakan Rp 9 miliar lebih.

Pada tahun 2017, Suratman menjabat sebagai direktur PDAM Sinjai hingga 2019.

Selama tahun tersebut, PDAM Sinjai mendapat proyek instalasi pipa distributor dan pemasangan pipa untuk rumah tangga miskin di Sinjai Utara dan kecamatan lainnya.

Belakangan diketahui jika proyek tersebut sejumlah instalasi tidak dikerjakan dengan baik, seperti kedalaman pipa dan kualitas pipa yang digunakan.

Zulkarnaen mengatakan bahwa sebagai tahap awal, pihaknya baru melakukan penahanan kepada Suratman.

Tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain yakni berdasar pada hasil pengembangan kasus.

Sebelumnya Suratman menegaskan bahwa dirinya siap menghadapi kasus itu.

Ia meminta jaksa tipikor untuk membuktikan dugaan korupsinya.

"Saya siap hadapi proses ini dan Kejari harus buktikan dugaannya kepada saya," kata Suratman.

Ia juga mempertanyakan Kejari Sinjai yang tidak memproses kasus oknum pejabat yang telah meminta dana sebesar Rp 30 juta.(*)

Sumber: Tribun Timur
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved