Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

SMP 1 Makassar

Yayasan LemINA Edukasi Siswa SMP 1 Makassar Terkait Menajemen Kebersihan Menstruasi

Yayasan LemINA sebagai lembaga bertugas meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak menjadi garda terdepan dalam mengedukasi manajemen kebersihan

Penulis: Siti Aminah | Editor: Ari Maryadi
Tribun-Timur.com/Siti Aminah
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Makassar, Achi Soleman saat memberi sambutan terkait menajemen kebersihan menstruasi di SMPN 1 Makassar, Jl Baji Areng. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Menajemen kebersihan menstruasi sangat penting dipahamkan kepada anak yang akan memasuki usia remaja.

Banyak anak yang tidak memiliki pemahaman tepat bahwa menstruasi adalah proses biologis yang normal.

Karena itu, Yayasan LemINA sebagai lembaga yang bertugas untuk meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak menjadi garda terdepan dalam mengedukasi manajemen kebersihan menstruasi.

Program ini dijalankan bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Pemerintah Kota Makassar, dan UNICEF.

Kegiatan ini berpusat di SMPN 1 Makassar, Jl Baji Areng, Selasa (23/8/2022)

Program Manager WASH Lemina Unicef, Wina Kurnia mengatakan, salah satu bentuk perhatian LemINA terhadap perempuan yakni bagaimana mengelola menstruasi.

"Awalnya kami menyasar anak sekolah dasar, sekarang kita sasar juga siswa SMP karena memang pemahaman terkait menajemen kebersihan menstruasi masih kurang," ucapnya saat ditemui di SMPN 1 Makassar, Selasa (23/8/2022).

Wina menilai, diskusi terkait manejemen kebersihan menstruasi masih tabu dibicarakan, apalagi di kalangan usia remaja.

Karena itu, lewat kegiatan ini diharapkan para remaja bisa mengerti bagaimana menjaga kesehatan reproduksi dengan menjaga kebersihan saat mengalami menstruasi.

Selain itu, LemINA juga memperkenalkan aplikasi pelacak menstruasi (Oky), aplikasi ini akan menjadi acuan para remaja untuk mengetahui jadwal menstruasinya.

Sehingga mereka bisa melakukan persiapan secara dini saat jadwal menstruasinya tiba.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Makassar, Achi Soleman mengatakan, edukasi menagemen kebersihan menstruasi ini tidak hanya diberikan pada perempuan tapi juga siswa laki-laki.

Laki-laki diharapkan bisa mengerti saat teman perempuannya mengalami menstruasi.

Banyak kasus, perempuan yang mengalami bullying saat darah menstruasi tembus tidak sengaja.

Hal ini lah yang perlu dipahamkan kepada siswa laki-laki agar tidak melakukan perundungan kepada temannya yang mengalami hal itu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved