Korupsi Dishub Sulsel

Breaking News: Eks Kadishub Sulsel 2019 Jadi Tersangka Korupsi

Kasus korupsi itu terkait mark up pengadaan marka jalan di Dinas Perhubungan Sulsel tahun anggaran 2019.

Penulis: Muslimin Emba | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/MUSLIMIN EMBA
Dirreskrimsus Kombes Pol Helmi Kwarta saat press release di Mapolda Sulsel, Jl Perintis Kemerdekaan, Makassar Senin (22/8/2022) siang. Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Sulsel, Kombes Pol Helmi Kwarta mengumumkan tersangka kasus korupsi terkait mark up pengadaan marka jalan Dishub Sulsel. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Eks Kepala Dinas Perhubungan Sulawesi Selatan berinisial I ditetapkan sebagai tersangka korupsi.

Penetapan tersangka itu diumumkan Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Sulsel, Kombes Pol Helmi Kwarta.

Kasus korupsi itu terkait mark up pengadaan marka jalan di Dinas Perhubungan Sulsel tahun anggaran 2019.

"Perkaranya sudah tahap 1 dengan tiga tersangka berdasarkan alat bukti," kata Kombes Pol Helmi Kwarta saat press release di Mapolda Sulsel, Jl Perintis Kemerdekaan, Makassar Senin (22/8/2022) siang.

"Jadi ada dugaan mark up harga barang dan hasil audit sudah dilaksanakan BPKP dengan kerugian Rp 1,3 miliar tahun anggaran 2019," sambungnya.

Sementara itu Kasubdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Sulsel Kompol Fadly menjelaskan selain eks kadis, dua orang lainnya juga ditetapkan tersangka.

Keduanya, anggota DPRD aktif salah satu kabupaten di Sulsel berinisial MII dan direktur perusahaan berinisial GK.

"Inisial I, GK, dan MII. (Peran) Satu sebagai pengguna anggaran dan juga mantan kadis, kemudian direktur perusahaan yang dipinjamkan kepada MII tidak berhak bekerja. (MII) masih aktif (anggota DPRD)," jelasnya.

Fadly menjelaskan ketiganya diduga melakukan mark up atau penggelembungan anggaran pengadaan marka jalan di Dishub Sulsel.

Selain itu, modus korupsinya adalah dengan memberikan proyek pengadaan marka jalan kepada pihak yang tidak berhak

"Akibatnya negara mengalami kerugian Rp 1 miliar lebih," terang Fadli.

Sekedar diketahui, kadis Perhubungan Sulsel pada tahun 2019 dijabat Ilyas Iskandar

Tribun-Timur.com masih berusaha memastikan inisial I yang dimaksud polisi, begitu juga MII dan GK.(*)

Sumber: Tribun Timur
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved