Sebut Jamaah Haji Kloter 18 Beruntung, Kakanwil Sulbar Ungkap 30 Ribu Daftar Tunggu hingga 35 Tahun

Muflih Bahiq Fattah juga mengajak para Jamaah Haji untuk memperbanyak bersyukur karena telah menyempurnakan agama Islam dengan menunaikan ibadah haji.

Penulis: Wahyudin Tamrin | Editor: Waode Nurmin
Dokumentasi
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Sulawesi Barat (Sulbar) Muflih Bahiq Fattah (ketiga dari kiri) saat menerima jamaah haji kloter 18 di Asrama Haji Sudiang, Jumat (12/8/2022). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sebanyak 390 Jamaah Haji Debarkasi Makassar (kelompok terbang (kloter) 18 tiba di Asrama Haji Sudiang, Jumat (12/8/2022) malam.

Mereka berasal dari Sulawesi Barat 268, dari Makassar tujuh, Sinjai 107, dan petugas kloter empat orang.

Dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Jamaah Haji kloter 18 ini dijemput menggunakan ambulans.

Saat tiba di Asrama Haji Sudiang, satu persatu melakukan tes antigen.

Kemudian masuk ke Aula Arafah untuk mengikuti proses serah terima dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) debarkasi Makassar.

Mereka diterima langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Sulawesi Barat (Sulbar) Muflih Bahiq Fattah.

Ia menyampaikan ungkapan syukur karena seluruh Jamaah Haji kloter 18 tiba dengan selamat dan utuh.

Muflih Bahiq Fattah juga mengajak para Jamaah Haji untuk memperbanyak bersyukur karena telah menyempurnakan agama Islam dengan menunaikan ibadah haji.

Menurutnya, Jamaah Haji tahun ini sangat beruntung.

Pasalnya ada banyak jamaah haji yang sampai harus puluhan tahun menjadi daftar tunggu. Jumlahnya pun mencapai puluhan ribu.

"Bapak ibu sangat beruntung. Sebab di Siskohat tercatat ada 30 ribu Jamaah Haji Sulbar hang masih daftar tunggu," katanya.

"Bahkan antriannya ada yang sampai 35 tahun," tambahnya.

Ia mengimbau jamaah haji yang baru pulang dari tanah suci agar meningkatkan kualitas ibadah, mengamalkan kedamaian, dan memperbanyak silaturahmi.

Selain itu, juga harus bertutur kata yang santun, tidak menyakiti orang lain,serta memiliki kepedulian sosial.

"Ini yang harus kita lakukan agar predikat haji mabrur kita bisa terjaga," ujarnya.

Kemudian dalam rangka melestarikan jamaah haji Indonesia, Muflih Bahiq Fattah meminta para jamaah untuk bergabung ke Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) daerah masing-masing. (*)

 

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved