Citizen Reporter

Patrap Senopati di Gowa Sulsel Terbentuk, Koordiantor Wilayahnya Raden Slamet Ariyanto

PATRAP Senopati adalah Yayasan Paguyuban Trah Panembahan Senopati. Yayasan ini dibentuk guna untuk mengumpulkan balung pisah tedhak turun Panembahan S

Penulis: CitizenReporter | Editor: Edi Sumardi
DOK PATRAP SENOPATI
Koordinator Wilayah Gowa Patrap Senopati, Raden Slamet Ariyanto 

R Ngt Erina Dewi

Bidang Humas Patrap Senopati Pusat

Melaporkan dari Yogyakarta

PATRAP Senopati adalah Yayasan Paguyuban Trah Panembahan Senopati.

Yayasan ini dibentuk guna untuk mengumpulkan balung pisah tedhak turun Panembahan Senopati yang dibagi dalam 9 Korwil dan beberapa Korda yang tesebar di seluruh Indonesia dan mancanegara.

Yayasan Patrap Senopati ini diresmikan oleh SK Kemenkumhan nomor AHU-0012258. AH.01.04.Tahun 2022 dan kepengurusannya telah dilantik oleh perwakilan Wakil Gubernur Yogyakarta pada tanggal 30 Juli 2022 di Yogyakarta yang diawali kegiatan ziarah dan doa serta baksos bersama anak yatim di Kotagede Sarean Panembahan Senopati.

Dalam agama Islam, mencari dan mempelajari nasab merupakan suatu keharusan dan kewajiban.

Nasab berasal dari bahasa Arab al-nasb yang artinya menghubungkan kekerabatan atau keturunan sehingga sangat pentingnya nasab ini diharapkan poro sedulur mampu mengurai silsilahnya menjadi lebih jelas.

Dalam hal ini Koordinator Wilayah Gowa meliputi Pulau Sulawesi, Pulau Maluku dan Pulau Papua akan dikomandoi langsung oleh Bapak Raden Slamet Ariyanto yang saat ini berdomisili di Kota Makassar.

Diharapkan tedhak turun Panembahan Senopati yang tersebar di wilayah Korwil Gowa ini dapat menumbuhkan semangat untuk kembali menemukan leluhur mereka dan berkumpul kembali dengan sedulurnya yang satu trah dan bagi yang kepaten obor silsilahnya dapat dibantu dalam menemukan kembali.

Bagi sedulur tedhak turun di wilayah Korwil Gowa dapat menghubungi nomor +62 813-5424-8401 untuk bisa berkoordinasi lebih lanjut dan menyambung tali silaturahmi.

Tentunya semangat teladan yang baik dari leluhur akan mejadi panutan dalam tindhak tandhuk kita dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara serta mengambil dari ajaran leluhur Panembahan Senopati bahwa kita harus mangasah mingising budi, memasuh malaning bumi dan memayu hayuning bawana.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved