Unhas

Fakultas Hukum Unhas Bedah Buku Birokrasi Modern, Hakikat, Teori dan Praktik

Buku Birokrasi Modern merupakan sebuah oase literatur di tengah keringnya pengetahuan di bidang birokrasi melalui ICT.

Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/FAQIH IMTIYAAZ
Suasana Bedah Buku "Birokrasi Modern, Hakikat, Teori dan Praktik" di Fakultas Hukum Unhas, Jumat (5/8/2022). Buku birokrasi modern merupakan kolaborasi karya Sekretaris Jenderal Mahkamah Konstitusi RI Prof Guntur Hamzah Halim bersama Guru Besar Manajemen SDM FEB Unhas Prof Ria Mardiana. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar dan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia menggelar dialog Bedah Buku.

Kali ini, buku berjudul "Birokrasi Modern, Hakikat, Teori dan Praktik" didiskusikan secara Hybrid di Gedung Promosi Doktor Prof Mr Dr Andi Zainal Abidin Farid, Fakultas Hukum Unhas, Jumat (5/8/2022)

Buku birokrasi modern merupakan kolaborasi karya Sekretaris Jenderal Mahkamah Konstitusi RI Prof Guntur Hamzah Halim bersama Guru Besar Manajemen SDM FEB Unhas Prof Ria Mardiana.

Dekan Fakultas Hukum Prof Hamzah Halim menilai buku ini sebuah oase literatur di tengah keringnya pengetahuan di bidang birokrasi melalui Informasi, Komunikasi, dan Teknologi (ICT).

"Buku ini memberikan informasi yang komperehensif dan sangat menarik mengenai penerapan birokrasi modern dalam rangka mewujudkan lembaga Mahkamah Konstitusi," katanya.

"Sebagai peradilan modern dan dipercaya, MK memiliki informasi penting mengenai apa yang telah dilakukan pada aspek dukungan penanganan perkara berbasis ICT. Semuanya dijelaskan secara detail dan terbuka dalam buku ini," lanjutnya.

Hal yang menarik dari Buku Birokrasi Modern adalah dengan pendekatan pengetahuan baru.

Pengetahuan ini dijabarkan secara terperinci dengan metode dan uraian, tidak berbasis teori melainkan praktik lapangan di pelayanan publik sehari-hari di Mahkamah Konstitusi.

Dekan FH Unhas menilai Prof Guntur Hamzah Halim merupakan birokrasi sekaligus praktisi yang sangat berkonsentrasi terkait pengembangan sistem ICT.

"Beliau sangat concern terkait hal tersebut. Beliau terlibat langsung 'day by day' dan mengetahui persis 'soup and nuts' dapur ICT dan birokrasi Mahkamah Konstitusi," kata Prof Hamzah Halim.

"Mulai dari perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, monitoring dan pengembangan sistem ICT tidak mengherankan jika beliau menuangkan pengalamannya di buku ini," sambungnya.

Prof Hamzah Halim juga memuji Prof Ria Mardiana. Menurutnya, Prof Ria Mardiana merupakan seorang Guru Besar Manajemen SDM dan aset intelektual.

"Prof Ria Mardiana telah mewakafkan diri berkonsentrasi dalam sistem pengembangan SDM khususnya Transformasi Budaya Digital," ungkapnya.

Ia mengaku bangga dengan kedatangan seorang tokoh peraih Anugerah Bintang Jasa Naraya dari Presiden Republik Indonesia ini.

"Selamat juga kepada Prof Dr Guntur Hamzah atas Anugerah Bintang Jasa Naraya oleh Presiden RI atas prestasi, dedikasi dan profesionalitas yang ditunjukkan selama ini. Selamat juga Prof masuk dalam jajaran top 10 Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Madya Teladan Tahun 2021," tutupnya.(*)

Baca berita terbaru dan menarik lainnya dari Tribun-Timur.com via Google News atau Google Berita

Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved