Polisi Tembak Polisi

15 Tahun Penjara Menanti Bharada E Tersangka Tewasnya Brigadir J, Giliran Ferdy Sambo Diperiksa

Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dalam  kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat

Editor: Edi Sumardi
DOK PRIBADI
Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E, almarhum Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, dan Irjen Ferdy Sambo (kiri ke kanan). Bharada E kini jadi tersangka atas kasus kematian Brigadir J akibat diduga baku tembak di rumah Irjen Ferdy Sambo, Jumat (8/7/2022). 

JAKARTA, TRIBUN-TIMUR.COM - Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Status Bharada E sebagai tersangka ditetapkan Bareskrim Polri setelah dilakukan gelar perkara.

Demikian disampaikan dalam konferensi pers oleh Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi dan Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (3/8/2022).

"Penyidik sudah melakukan gelar perkara dan pemeriksaan saksi sudah kita anggap cukup, menetapkan Bharada E sebagai tersangka," kata Brigjen Andi Rian Djajadi.

Selanjutnya, polisi akan menahan Bharada E.

Dalam kasus ini, polisi memeriksa 42 saksi.

Lebih lanjut, Andi Rian Djajadi mengatakan, Bharada E disangkakan melanggar Pasal 338 Juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP.

"Barangsiapa sengaja merampas nyawa orang lain, diancam, karena pembunuhan, dengan pidana penjara paling lama 15 tahun."

Baca juga: Foto Wajah Ajudan Irjen Ferdy Sambo yang Brewok dan Bertato, Bisa Ungkap Sebab Kematian Brigadir J?

Berikut adalah isi pasal 55 KUHP:
 
"1. Dipidana sebagai pelaku tindak pidana:
 
Mereka yang melakukan, menyuruh melakukan, dan turut serta melakukan perbuatan;
 
 Mereka yang dengan memberi atau menjanjikan sesuatu dengan menyalahgunakan kekuasaan atau martabat, dengan kekerasan, ancaman, penyesatan, atau dengan memberi kesempatan, sarana, keterangan, atau sengaja menganjurkan orang lain agar melakukan perbuatan.
 
2. Terhadap penganjur, hanya perbuatan yang sengaja dianjurkan sajalah yang diperhitungkan beserta akibat-akibatnya."

Baca juga: Usai Ditemui oleh Ayah Brigadir J, Mahfud MD: Maaf Saya tak Boleh Ikut Campur

Berikut adalah isi pasal 56 KUHP:

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved