Keluarga Korban Pembunuhan di Sinjai Tak Puas Tuntutan JPU, Desak Pelaku Pembunuhan Hukuman Mati

Menurut keluarga korban pembunuhan di Sinjai, tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengesampingkan pasal 340 KUHP

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Waode Nurmin
TribunSinjai.com/Samsul Bahri
Massa keluarga korban Andi Muhammad Yusuf kepung kantor Pengadilan Negeri Sinjai Jl Jenderal Sudirman 

TRIBUNSINJAI.COM, SINJAI UTARA- Keluarga korban almarhum A Muhammad Yusuf mengaku kecewa terhadap tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) di persidangan Pengadilan Negeri Sinjai.

Tuntutan JPU dinilai cukup ringan terhadap para pelaku pembunuhan.

Keluarga A Muhammad Yusuf bernama Andi Iwan Setiawan Yahya mengatakan bahwa tuntutan JPU Juanda ringan.

Oleh JPU menuntut 15 tahun penjara kepada pelaku utama pembunuhan bernama Abd Rahman.

" Tuntutan 15 tahun penjara kepada terdakwa palaku utama sangat mengecewakan dan belum memenuhi rasa keadilan," ungkap Andi Iwan Setiawan Yahya, Senin (1/8/2022).

Alasan ketidakpuasannya sebab JPU tidak menggunakan pasal 340 KUHP dalam kasus itu.

Padahal kata dia, dalam fakta persidangan, pasal tersebut telah memenuhi unsur baik subjektif maupun objektifnya.

Namun JPU mengenyampingkan pasal 340 dan menggunakan dakwaan alternatif ke-4, yakni Pasal 80 ayat (3) UU Perlindungan Anak sebagai lex spesialis derogat legi generali.

Landasan itu juga ia nilai tidak tepat karena tuntutan cukup ringan dibandingkan perbuatannya yang menghilangkan nyawa orang lain.

Ia menegaskan bahwa KUHP menyatakan bahwa jika suatu perbuatan masuk dalam suatu aturan pidana yang umum, diatur pula dalam aturan pidana yang khusus, maka yang khusus itulah yang diterapkan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved