Resmikan Masjid Baitul Taqwa Arusu Malangke Barat, Indah Ceritakan Kisah Rasulullah SAW

Menurt Indah, bukan hanya sebagai tempat ibadah tapi juga sebagai tempat sosial, budaya dan lainnya seperti di zaman Rasulullah SAW.

Penulis: Ivan Ismar | Editor: Saldy Irawan
DOK PRIBADI
Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani di sela meresmikan Masjid Baitul Taqwa, Dusun Katonantana, Desa Arusu Malangke Barat, Minggu (31/7/2022)  

TRIBUNLUTRA.COM, MASAMBA - Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani mengimbau masyarakat memaksimalkan fungsi masjid.

Menurt Indah, bukan hanya sebagai tempat ibadah tapi juga sebagai tempat sosial, budaya dan lainnya seperti di zaman Rasulullah SAW.

Diutarakan Indah di sela meresmikan Masjid Baitul Taqwa, Dusun Katonantana, Desa Arusu Malangke Barat, Minggu (31/7/2022).

Pada masa Rasulullah SAW masjid juga digunakan sebagai tempat bermusyawarah, baik dalam merencanakan suatu program maupun memecahkan persoalan yang terjadi" ungkap Indah.

Masjid Baitul Taqwa kata Indah, diharapkan tidak hanya difungsikan sebagai rumah ibadah saja atau hanya sekedar menjadi tempat untuk salat. 

Rasulullah SAW dan para sahabatnya juga menjadikan masjid sebagai tempat kegiatan sosial, misalnya mengumpulkan zakat, infak, dan sedekah melalui masjid, lalu menyalurkannya kepada para sahabat yang sangat membutuhkannya,"

Masjid juga bisa dijadikan tempat untuk bermusyawarah menyelesaikan suatu masalah ditengah masyarakat,"

Jadi saya harap fungsi masjid atau rumah ibadah ini benar benar dimaksimalkan" tutur istri Anggota DPR RI Muhammad Fauzi itu.

Indah mengapresiasi masyarakat Desa Arusu dan semua pihak yang turut membantu baik berupa materi maupun tenaga.

Jika suatu komunitas berhasil membangun masjid itu menunjukkan iman yang baik derajat taqwanya yang baik karena untuk mengumpulkan anggaran pembangunan masjid ini tidak mudah juga,"

Tugas kita sekarang memaksimalkan fungsi rmah ibadah ini" katanya. 

Sekretaris Panitia Pembangunan Masjid Baitul Taqwa, Akil mengatakan biaya pembangunan masjid bersumber dari sumbangan masyarakat.

Selain itu, juga bersumber dari bantuan dari Pemerintah Kabupaten Luwu Utara melalui proposal dengan total nilai Rp 180 juta.

Bantuan dari pemerintah daerah itu bertahap sejak 2012 hingga 2022,"

Tahun 2012 itu 50 juta, tahun 2015 juga 50 juta, terus tahun 2019 100 juta dan tahun 2022 ini 30 juta" ungkap Akil.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved