Jamaluddin Jompa
Pidato Wisuda Unhas Prof JJ: Familiar dengan Digital Tak Cukup, Tapi Pengetahuan Digitalisasi Prima
Kita harus belajar sepanjang hidup supaya dapat menyesuaikan diri terhadap perubahan dalam hidup dan bersiap menghadapinya.
Oleh: Supratman Supa Athana
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Universitas Hasanuddin
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Wisdom is not a product of schooling but of a lifelong attempt to acquire it.
Kalimat itu kurang lebih bermakna bahwa kebijaksanaan bukanlah produk dari sekolah tetapi dari usaha seumur hidup untuk mencapainya.
Kalimat Albert Einstein itu dikutip oleh rektor Unhas, Prof Dr Jamalauddin Jompa tatkala menyapaikan pidato wisuda periode satu tahap satu Tahun 2022/2023, (27/7), di Baruga Andi Pangerang Pettarani, Kampus Unhas, Tamalanrea, Makassar, Sulawesi Selatan.
Pakar biologi kelautan itu menganjurkan wisudawan dan setiap orang untuk menghayati dan mengamalkan konsep pembelajaran sepanjang hayat.
“Dan mengajar adalah cara belajar yang paling baik,” tegas Prof JJ.
Belajar sepanjang hayat berarti belajar sepanjang hidup baik dalam dimensi individu (personality) maupun sosial.
Kita harus belajar sepanjang hidup supaya dapat menyesuaikan diri terhadap perubahan dalam hidup dan bersiap menghadapinya.
Pembelajaran sepanjang hayat berarti bahwa orang meningkatkan pembelajaran dan keterampilan sehingga memiliki fleksibilitas yang diperlukan untuk mengambil tugas pekerjaan yang akan mereka hadapi di masa depan.
Di sisi lain, jenis pembelajaran ini bukanlah konsep yang telah ditentukan sebelumnya dan tertentu, tetapi konsep multi-dimensi yang jika kita ingin melihat definisinya secara vertikal, itu termasuk proses belajar dari lahir sampai mati, dan jika kita ingin memiliki pandangan horizontal itu mencakup seluruh rentang kehidupan individu dan sosial seperti keluarga, masyarakat, universitas dan tempat kerja.
Salah satu dimensi terpentingnya adalah pengembangan profesional dan pekerjaan.
Dulu, orang bekerja setelah menyelesaikan studi dan kursus persiapan untuk memulai karier dan terus bekerja sampai pensiun.
Jika ada pembelajaran atau peningkatan, itu karena pengalaman. Bukan Pendidikan dan pembelajaran baru.
Hari ini, bila masih mengandalkan metode pembelajaran masa lalu itu, maka kita tidak bisa berharap banyak untuk mampu bertahan di pasar kerja yang terus berubah apalagi dengan kehadiran teknologi yang semakin canggih.
Pesatnya pertumbuhan dan kemajuan teknologi, banyak pekerjaan dan bisnis lama tereliminasi.