Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Polda Sulsel Gerebek Penimbunan 30 Ton Solar Subsidi di Bulukumba, Diduga Libatkan Perwira Polairud

Perwira Polairud Polda Sulsel berpangkat Ajun komisaris polisi (AKP) ditengarai terlibat dalam penimbunan 30 ton solar di Bulukumba

Penulis: Muslimin Emba | Editor: Waode Nurmin
handover
ilustrasi- Penimbunan 30 ton solar yang ditemukan petugas di rumah salah satu warga Desa Bira, Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Dugaan penimbunan puluhan ton solar subsidi dibongkar jajaran Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sulsel.

Informasi yang diperoleh, sedikitnya terdapat 30 ton solar yang ditemukan petugas.

Penimbunan bahan bakar subsidi itu ditemukan petugas di rumah salah satu warga Desa Bira, Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba.

Dalam penggerebekan itu, Bidpropam Polda Sulsel bersama jajaran Polres Bulukumba mendapati seorang perwira.

Perwira itu, berpangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP) dikabarkan bertugas di Polairud Polda Sulsel.

Kabid Propam Polda Sulsel Kombes Pol Komang Suartana, yang dikonfirmasi membenarkan adanya penggerebekan itu.

"Iya benar, sementara masih dikembangkan Propam untuk diserahkan ke Polres Bulukumba," kata Komang Suartana dikonfirmasi tribun, Jumat (22/7/2022) siang.

Komang juga tidak menampik adanya oknum perwira AKP yang diamankan dalam penggerebekan itu.

"Iya sementara masih diamankan Propam untuk ditindaklanjuti dugaan keterlibatannya," ujarnya.

Jika terbukti terlibat dalam dugaan penimbunan itu, oknum AKP tersebut terancam mendapatkan sanksi.

"Untuk sanksinya apakah disiplin atau seperti apa, nanti kita lihat hasil pemeriksaannya seperti apa," tegasnya.

Terpisah, Direktur Polairud Polda Sulsel Kombes Pol Supeno membantah saat dikonfirmasi ihwal kabar anggota ditangkap Propam.

Menurutnya, hanya terjadi Miss komunikasi antara Propam dan personelnya yang saat itu juga melakukan penyelidikan.

"Wah, itu Miss komunikasi aja. Kan anggota kita lagi menyelidiki juga masalah BBM di Bulukumba," kata Kombes Pol Supeno.

Miss komunikasi lanjut Supeno, terjadi lantaran anggotanya menyelidiki dengan cara 'mengendap'.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved