Ganti Rugi Kerbau Dimusnahkan Gegara PMK di Tana Toraja Tak Sesuai, Pemkab Dilema Ikut Aturan Pusat
Plt Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Tana Toraja, Adelheid Sosang, mengatakan, belum ada hewan yang dimusnahkan di Tana Toraja setelah PMK.
Penulis: Tommy Paseru | Editor: Sudirman
TRIBUNTORAJA.COM,MAKALE - Pemerintah menyiapkan ganti rugi sebesar Rp10 juta per ekor bagi peternak yang hewannya dimusnahkan karena Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Plt Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Tana Toraja, Adelheid Sosang, mengatakan belum ada hewan yang dimusnahkan di Tana Toraja setelah positif PMK.
Namun nilai kompensasi sebesar Rp10 juta dianggapnya tidak sesuai di Tana Toraja.
Baca juga: Pemkab Tana Toraja Segera Vaksin Ternak Setelah 28 Kerbau Positif Penyakit Mulut dan Kuku
Baca juga: 71 Kerbau di Toraja Utara Positif PMK
Apalagi jika kerbau di Tana Toraja harus dimusnahkan dan diganti kompensasi sebesar Rp10 juta.
"Pemerintah pusat menyebut bisa dimusnahkan, tapi kan ini ndak sesuai dengan kondisi harga kerbau kita di Tana Toraja," ujar Adelheid Sosang, Rabu (13/7/2022).
Berbeda halnya jika sapi yang diberikan ganti rugi sebesar Rp10 juta.
"Seandainya sapi oke, tapi ini kerbau di Toraja yang harga jualnya tinggi," ujarnya.
Adelheid mencontohkan jika empat kerbau jenis Saleko dan Bonga di Tana Toraja dimusnahkan lalu diganti rugi Rp 10 juta.
Hal itu tidak sesuai dengan harga jual kerbau saleko dan bonga yang mencapai Rp 300 hingga Rp 500 juta.
"Itu ada empat ekor kerbau mahal positif PMK, kalau dimusnahkan terus ganti rugi 10 juta kan tidak sesuai," ungkapnya.
Sehingga kebijakan itu harus dipertimbangkan dan mencarikan solusi terbaik.
Adelheid menambahkan, pemusnahan kerbau dilakukan untuk mencegah penularan PMK semakin meluas.
Seperti diketahui, saat ini sudah 28 ekor kerbau di Tana Toraja terkonfirmasi positif PMK.
28 ekor kerbau itu tersebar di lima kecamatan.
Diantaranya kecamatan Makale, Mengkendek, Rembon, Rantetayo dan Sangalla.
Dari jumlah itu, empat diantaranya merupakan kerbau dengan harga yang mahal.
Yakni dua kerbau saleko dan dua kerbau bonga.
Dalam lingkungan budaya Toraja, dua jenis ini adalah kerbau dengan harga jual yang tinggi.
Laporan Kontributor : TribunToraja.Com,@b_u_u_r_y