Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pemkab Tana Toraja Segera Vaksin Ternak Setelah 28 Kerbau Positif Penyakit Mulut dan Kuku

Sebanyak 28 kerbau di Tana Toraja positif Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Tana Toraja selama dua pekan terakhir.

Penulis: Tommy Paseru | Editor: Sudirman
TRIBUN-TIMUR.COM / TOMMY
Pengambilan sampel darah 17 kerbau di Ariang Makale yang bergejala PMK, Selasa (5/7/2022). Total 28 kerbau di Tana Toraja positif PMK. 

TRIBUNTORAJA.COM,MAKALE - Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Tana Toraja, Sulawesi Selatan, terus meningkat, Senin (11/7/2022) 

Dua pekan terakhir, sebanyak 28 kerbau terkonfirmasi positif PMK

Tersebar di lima kecamatan yakni Makale, Mengkendek, Rembon, Rantetayo, dan Sangalla.

Baca juga: Tiga Kerbau Seharga Rp500 Juta Positif Penyakit Mulut dan Kuku di Tana Toraja

Baca juga: 71 Kerbau di Toraja Utara Positif PMK

"Kalau kita mau jujur ini sudah darurat," ungkap Plt Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Tana Toraja, Adelheid Sosang.

Pihaknya masih melakukan tracking kemungkinan hewan yang terjangkit PMK masih bertambah.

Meski begitu, Pemkab Tana Toraja sudah melakukan vaksin PMK terhadap hewan ternak. 

Adelheid mengatakan, pihaknya saat ini sedang melakukan pemetaan untuk pengajuan jumlah vaksin. 

Pihaknya juga terlebih dahulu akan menjalani pelatihan vaksinasi di Makassar. 

"Nanti petugas vaksinasi pelatihan dulu di Makassar tiga hari. Kita juga masih lakukan pemetaan untuk mengetahui berapa dosis vaksin yang akan diajukan ke Kementerian," jelasnya. 

Pemkab Tana Toraja diketahui juga telah mengeluarkan peraturan untuk meminimalisir penularan PMK ini.

Aturan itu tertuang dalam surat edaran Bupati Tana Toraja, Theofilus Allorerung yang meliputi tujuh poin.

Pertama, menutup total pintu masuk di semua perbatasan agar tidak ada pergerakan keluar masuk ternak.

Kedua, camat, kades, lurah, Danramil, babinsa agar bersama-sama melakukan penyuluhan terhadap adanya penyebaran virus ini.

Ketiga, mengendalikan pelaksanaan ritual rambu solo (pesta kematian) dan mendeteksi kerbau yang terinfeksi agar segera dipotong serta daging dimasak hingga matang.

Keempat, penyemprotan terhadap hewan yang kemungkinan terinfeksi maupun yang masih sehat.

Kelima, upacara adat yang belum terjadwal agar dipertimbangkan untuk merubah jadwal hingga virus PMK hilang.

Keenam, untuk sementara adu kerbau dihentikan.

Ketujuh, warga dilarang membawa kerbau olahraga, khususnya di wilayah kota.

Laporan Kontributor : TribunToraja.Com,@b_u_u_r_y 

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved