Muhammadiyah Sulsel Serukan Toleransi Soal Perbedaan Jadwal Iduladha 1443 Hijriah

Penambahan standar ini membuat potensi perbedaan terjadi sampai enam kali dalam 24 tahun, bukan hanya pada Ramadan, tetapi juga bulan lain. 

Penulis: Ari Maryadi | Editor: Saldy Irawan
DOK PRIBADI
Sekretaris Majelis Tarjih Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulsel, Dr KH Abbas Baco Miro. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sekretaris Majelis Tarjih Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulsel, Dr KH Abbas Baco Miro mengajak umat Islam bijak menghadapi perbedaan hari Iduladha. 

Kiai Abbas kembali mengingatkan, perbedaan dalam agama merupakan sunnatullah. 

Terkait penentuan Iduladha, Ramadan, dan Idulfitri, perbedaan memungkinkan terjadi disebabkan oleh sikap ulama atau ahli fikih terbagi dua. 

“Ada yang menggunakan metode hisab hakiki dengan kriteria wujudul hilal dan yang kedua, imkanul ru’yah. Inilah yang membuat perbedaan itu bisa terjadi. Apalagi, pemerintah melalui Kementerian Agama menambah, untuk ru'yah meningkat standarnya dari 2 derajat menjadi 3 derajat,” kata Abbas Senin (4/7/2022).

Penambahan standar ini membuat potensi perbedaan terjadi sampai enam kali dalam 24 tahun, bukan hanya pada Ramadan, tetapi juga bulan lain. 

Karena itulah, Kiai Abbas mengajak umat Islam, terkhusus para ulama untuk duduk bersama mendiskusikan terkait kalender Islam global. 

Kalender Islam global ini akan menghadirkan kepastian terkait jatuhnya 1 Ramadan, 1 Syawal, dan waktu wukuf di Arafah, serta hari besar lainnya. 

Kalender ini akan berlaku global bagi seluruh umat Islam di dunia. 

Ini, ungkap Kiai Abbas, adalah pekerjaan rumah bagi khazanah keilmuan Islam, sejak 1400 tahun lalu, yang belum menyatukan kalender hijriah, kalender Islam global. 

Namun, sudah puluhan tahun belakangan ini, sudah ada upaya pengadaan kalender Islam global, seperti yang telah dilakukan di Turki. 

“Sebenarnya, untuk hari-hari besar Islam lain, kita sudah menggunakan kalender, misalnya Puasa Muharram, Puasa Ayyamul bidh, kita sudah melihat kalender, tidak menunggu hasil _ru’yah," kata ungkap Kiai Abbas

Hanya saja, pihaknya menyadari, kalender Islam global tersebut dihadirkan dengan menggunakan hisab. 

“Ini yang mungkin akan menghadirkan pertentangan dari para penganut ru'yah, tapi, selama kita menggunakan ru'yah, kita pasti akan sering berbeda dalam Ramadan, Idulfitri, dan Iduladha,” kata Kiai Abbas.

Alasan Menggunakan Hisab

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved