Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

PSM Makassar

Asia Adalah DNA PSM 

Kembali ke DNA PSM yang stadionnya sudah "Tena Rata". PSM merupakan klub yang sarat pengalaman bertanding di level asia yang dipimpin oleh wasit asing

Editor: AS Kambie
facebook
Anno Suparno, Eks Marcom PSM  

Babak 16 besar Liga Champions saat itu telah diprediksi bukan milik Real Madrid apalagi PSG dihuni pemain pemain pilihan dan para bintang.

Tetapi, DNA Madrid berkata lain. 2018, Madrid melaju ke final dan mengalahkan Liverpool di NSC Olimpiyskiy Stadium Kiev. Mengapa Madrid leluasa menguasai Eropa? 

Legenda Manolo Sanchis katakan mereka perkasa di kompetisi eropa karena sejarah yang mereka telah bangun sudah berabad abad lamanya.

Dari generasi ke generasi Madrid  telah menanamkan mental bagi para pemainnya,  tentang nama besar Madrid dan seluruh senior senior mereka. Mirip apa yang pernah diucapkan oleh legenda Manchester United, "Lupakan sedikit soal kemampuan.

Apakah Anda cukup lapar? Apakah anda punya hasrat untuk masuk dan mengembangkan tim ini dengan rasa hormat kepada mereka yang telah mendahului anda" Kutip Rio Ferdinand yang menjelaskan tentang DNA MU. 

Kembali ke tahun 2001.  Stadion  Mattoangin (sudah Tena Rata) Makassar medio tahun itu, puluhan ribu penonton bergemuruh.

Sejak pukul 15.00 wita stadion telah penuh disesaki penonton dari berbagai kota dan daerah, bukan hanya suporter PSM.

Pukul 17.30 wita saya telah merampungkan laporanku, backsound sorak sorai penonton dan sondbyte dari panitia AFC telah siap terkirim ke markas BBC Siaran Indonesia di London untuk siaran berita pada pukul 19.Wita.

Tiada henti hentinya gemuruh suporter merajai udara kawasan Makassar. Ratusan kru televisi asing sibuk menenteng kamera, membidik setiap gerakan para pemain yang sedang berlaga lalu mereka siarkan secara langsung di belahan negara Asia.

Tentu PSM sebagai klub tuan rumah juga tak ketinggalan mereka siarkan secara langsung saat menghadapi tiga keseblasan yang sedang bertamu di Makassar. Ini hanya gambaran singkat kiprah PSM  setiap berlaga di level Asia. 

Pada tahun 2007, PSM kembali bertandang ke Yokohama Jepang pada leg kedua Liga Champions Asia. Walaupun mengalami kekalahan namun setidaknya  PSM berlaga di Asia nyaris setiap tahun memiliki catatan yang penuh heroik. Jangan dinyana lagi pada zaman legenda PSM Ramang, Ronny Pattinasarani dan sederet pemain senior lainnya.

Pada setiap laga level Asia,  tercatat PSM telah melakoni 10 kali pertandingan level Asia. Mulai Piala Winners Asia, Liga Champions AFC, Supercup Asia, Piala AFC, Ho Chi Minh City Cup dan Bangabandhu Cup. 

Kembali ke  DNA PSM yang stadionnya sudah  "Tena Rata". PSM merupakan klub yang sarat  pengalaman bertanding di level asia yang dipimpin oleh wasit asing. 

DNA PSM adalah perpaduan antara siri' na pacce, mentalitas, berani dan memiliki daya juang. Setiap pemain yang bergabung  dalam skuad PSM dipaksa memainkan konsep siri' na pacce dan selalu mengingat sejarah PSM serta para legenda  PSM yang sudah  mengantar klub ini menjuarai liga nasional serta bermain pada level Asia. 

Tetapi ini hanya cerita tentang PSM bukan pemain asal PSM atau pemain asal Makassar yang berlaga di klub lain luar Makassar.

Boleh atau pernah bermain di PSM tetapi bukan berarti mental PSM, DNA PSM itu kebawa hingga ke lapangan hijau yang tak menempel emblem PSM di dada kiri.(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved