Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

PSM Makassar

Asia Adalah DNA PSM 

Kembali ke DNA PSM yang stadionnya sudah "Tena Rata". PSM merupakan klub yang sarat pengalaman bertanding di level asia yang dipimpin oleh wasit asing

Editor: AS Kambie
facebook
Anno Suparno, Eks Marcom PSM  

By Anno Suparno 

Jurnalis/Eks Marcom PSM 


TRIBUN-TIMUR.COM - "Diremehkan bangsa sendiri (diprediksi hanya akan jadi penghibur & lumbung gol lawan)".

Kalimat  ini cukup dalam,  menggambarkan perasaan suporter PSM yang berseliweran melalui media sosial. Pada lama laman Medsos sejak semalam, saat PSM memastikan lolos ke babak semifinal AFC Cup 2022, dukungan haru berdatangan dari beragam nitizen dan suporter.

Saya mengikuti arah silang komentar melalui media sosial termasuk saat PSM Makassar sempat menempati urutan pertama populer jagad twitter.

Setidaknya hingga pukul 23.30 Wita,  jagad twitter masih menempat keyword PSM Makassar sebagai isu yang populer.

Dari beragam komentar tersebut, pada akhirnya suporter nitizen Indonesia sepakat bahwa " PSM adalah DNA Asia ". Tak dapat dipungkiri, walaupun pada awalnya tak ada yang percaya kecuali suporter PSM sendiri bahwa klub yang sudah tak memiliki stadion ini akan lolos ke babak selanjutnya pada AFC Cup 2022.

Nada melecehkan sempat membuat suporter PSM bernafas sesak ketika kalimat seperti ini mencuat. Kira kira seperti ini,"Bisa nggak yah PSM diganti aja dengan klub lain? lolos dari degradasi, tak miliki stadion dan pemain pas pasan". Katanya, ntar PSM bikin malu maluin aja Indonesia. 

Saya membawa pikiran Anda menerawang pada medio 2001 silam. Kota ini Makassar,  pernah dipilih oleh AFC sebagai tuan rumah Liga Champions Asia 2000/2001.

Sebagai klub yang menjuarai Liga Indonesia 1999/2000 PSM berhasil lolos hingga ke babak perempat final sehingga Mattoanging (sudah Tena Rata)  berhak sebagai stadion Internasional  melayani empat klub yang berasal dari negara pelanggan Piala Dunia, Jepang, Korea Selatan dan China.

Empat klub itu yakni Suwon Bluewings (Korsel), Jubilo Iwata (Jepang) dan Shandong Luneng (China). Pun beberapa periode sebelumnya dan sesudanya PSM kerap mewakili Indonesia pada ajang level Asean dan Asia.

Itulah PSM, telah mengalir DNA Asia pada klub berjuluku Pasukan Juku Eja. 

Berbicara tentang DNA sepak bola. Beberapa waktu lalu Juara Liga Champions Eropa Real Madrid membuktikan betapa DNA itu penting bagi suatu klub.

Kala Madrid menghadapi juara Liga Inggris Manchester City pada leg kedua Liga Champion, Benzema dkk menjungkirbalikan pasukan Pep Guardiola hanya kurun waktu 2 menit guna memastikan klub asal Spanyol itu melaju ke babak Final Liga Champions.

Kisah serupa empat tahun lalu pada 15 Februari 2018 Santiago Barnebeu bergemuruh. Bukan oleh Madrista tetapi penggemar keseblasan kaya rasa PSG baru saja menggetarkan gawang Keylor Nevas.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved