Operasi Patuh 2022

Polrestabes Makassar Tegur 3.219 dan Tilang 72 Pengendara Selama Operasi Patuh

Kepala Satlantas Polrestabes Makassar AKBP Zulanda telah menegur 3.219 pengendara selama operasi patuh.

Penulis: Wahyudin Tamrin | Editor: Sukmawati Ibrahim
WAHYUDIN TAMRIN/ TRIBUN TIMUR
Polisi dari Satlantas Polrestabes Makassar menahan pengendara yang berboncengan lebih dari satu dan tidak menggunakan helm saat operasi patuh di Jl AP Pettarani, 13 Juni lalu. Dalam operasi patuh ini, Kepala Satlantas Polrestabes Makassar, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Zulanda mengatakan, telah menegur 3.219 pengendara selama operasi. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Satuan lalu lintas Kepolisian Resor Kota Besar (Satlantas Polrestabes) Makassar menggelar operasi patuh selama dua minggu, 13-26 Juni 2022.

Kepala Satlantas Polrestabes Makassar, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Zulanda mengatakan, telah menegur 3.219 pengendara selama operasi patuh.

Dari jumlah tersebut, 2.753 pengendara sepeda motor dan mobil sebanyak 286.

Sejumlah pelanggaran ditemukan, tidak menggunakan helm 2.152 pengendara.

Tidak menggunakan safety belt 87 pengendara. Tidak memiliki tanda nomor kendaraan (TNKB) 275 pengendara.

Menggunakan knalpot brong 157, berboncengan lebih dari satu orang 343, melawan arus 116, dan tidak membawa SIM atau STNK 157.

Sementara untuk penindakan electronic traffic law enforcement (ETLE) sebanyak 74 pengendara ditilang.

Mereka langsung mendapat panggilan konfirmasi dari polisi.

"Jadi itu kita langsung panggil dan lakukan penilangan," kata AKBP Zulanda saat dikonfirmasi, Senin, (27/6/2022).

"Setelah membayar briva, proses penilangannya selesai," tambah AKBP Zulanda.

Berdasarkan hasil evaluasi AKBP Zulanda, masih banyak pengendara tidak taat dan tertib berlalu lintas.

Seperti tidak menjaga jarak aman, melawan arus, kecepatan tinggi pada tikungan.

"Itu semua cukup membahayakan," kata AKBP Zulanda.

Selain itu, AKBP Zulanda juga menilai berkurangnya penyebaran Covid-19, dari pandemi menjadi endemi meningkatkan mobilitas masyarakat di jalan raya.

"Masyarakat hampir dua tahun ini memiliki mobilitas terbatas, kemudian jumlah kendaraan tidak terlalu ramai. Sehingga belum menyadari kondisi sepenuhnya saat ini bahwa dengan meningkatnya mobilitas tersebut rawan dengan timbulnya kecelakaan," kata AKBP Zulanda.

Ia pun mengimbau pengendara agar selalu menjaga jarak aman, meningkatkan konsentrasi saat berkendara, serta mematuhi rambu lalu lintas.

"Terpenting juga, pastikan kondisi dalam keadaan sehat saat mengemudi," kata AKBP Zulanda. (*)

 

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved